Predestination (2014) (3,5/5)


The snake that eats its own tail, forever and ever?
RottenTomatoes: 84% | IMDb: 7,5/10 | Metascore: 69/100 | NikenBicaraFilm: 3/5

Rated: R
Genre: Drama, Mystery, Sci-fi

Directed by The Spierig Brothers ; Produced by Paddy McDonald, Tim McGrahan, The Spierig Brothers ; Screenplay by The Spierig Brothers ; Based on "'—All You Zombies—'" by Robert A. Heinlein ; Starring Ethan Hawke, Sarah Snook, Noah Taylor ; Music by Peter Spierig ; ; Cinematography Ben Nott ; Edited by Matt Villa ; Production company Screen Australia, Screen Queensland, Blacklab Entertainment, Wolfhound Pictures ; Distributed by Pinnacle Films, Stage 6 Films ; Release date 8 March 2014 (SXSW Film Festival), 28 August 2014 (Australia) ; Running time 97 minutes ; Country Australia ; Language English

Story / Cerita / Sinopsis :
Seorang agen terbaik (Ethan Hawke) yang bekerja pada sebuah biro yang bertugas mencegah kejahatan dengan sebuah mesin waktu diminta untuk melaksanakan misi terakhirnya sebelum pensiun.

Review / Resensi :
Tema time-travel selalu menarik untuk diikuti. Saya sering mikir kenapa enggak lahir di masa depan dimana siapa tahu ada orang yang sudah bisa menciptakan mesin waktu layaknya doraemon, lalu saya kembali ke masa lalu dan membenarkan takdir hidup saya yang.... begini. Lol. Perjalanan waktu ke masa lalu selalu memunculkan paradoks-paradoks yang penuh pertanyaan, yang kemudian juga membuat kita mempertanyakan konsep takdir itu sendiri. Bisakah kita kembali ke masa lalu dan mengubah takdir kita? Konsekuensi apa yang akan muncul jika kita mengubah masa lalu? Sesuai judulnya, Predestination kurang lebih berusaha mengeksplorasi hal yang berkaitan dengan itu.... dengan ceritanya yang mind-fucking banget!

Sudah banyak film-film bertema time travel lainnya, seperti Looper (2012). Primer (2004), hingga 12 Monkeys (1995). Predestination mencoba mengambil tema serupa, dengan menggabungkannya dengan konsep polisi takdir pada Minority Report (2002). Kalau ngomongin film time travel dengan ending yang twisted, banyak orang akan merekomendasikan Predestination, sehingga film ini udah sering banget saya denger di forum-forum pecinta film. Sempat lama penasaran, akhirnya baru kesampaian ga sengaja nonton kemarin sore. 

Mungkin banyak yang kecele menyangka bahwa Predestination adalah film action yang seru (perhatiin donk posternya menampilkan Ethan Hawke memegang pistol dengan desain poster yang menyiratkan kesan "action" dan futuristik). Tapi kenyataannya filmnya sendiri lebih cenderung ke drama. Namun santai, unsur dramanya sendiri biarpun mendominasi namun tidak akan membuatmu bosan. Alur bolak balik ke masa depan dan masa lalu mungkin juga akan membuatmu bingung, namun dengan diagram penjelasan sederhana yang mudah kamu temukan di internet, sesungguhnya Predestination nggak terlalu bikin pusing. Jauh memusingkan Primer, kalau menurut saya. 

Harus diakui Predestination ini masih banyak kekurangan dari segi eksekusi dan pengolahan cerita. Banyak scene dan subplot cerita yang bagi saya lebay, kurang stylish dan agak norak. Dan ceritanya sendiri kalau kamu pikir-pikir akan terasa tidak masuk akal dan "ngarang" banget. But then again, film ini membuat saya nggak peduli dengan semua itu. Yang menarik dari Predestination adalah bagaimana film ini bisa menyajikan konsep paradoks dari perjalanan waktu yang tabu dan super aneh itu! *spoiler* come on! itu banyak karakter ternyata orang-orang yang sama semua... jadi dia "mengawini" dirinya sendiri, jadi anak, tapi trus anaknya jadi dirinya lagi..... ini jelas mbulet, ngarang abiz (operasi ganti kelamin itu sama sekali nggak masuk akal), dan super weird... (errr.. make love dengan diri sendiri? bukankah itu narsis banget ya? Dan itu please deh ewwww banget!), tapi di lain sisi ketidakmasukakalannya itu juga jadi masuk akal... Pusing ya? Tapi seru... *spoiler ends*

Banyak orang sesumbar bahwa di tengah-tengah filmnya jadi predictable, namun saya sendiri sih enggak cukup mahir menebaknya. Saya biasanya berusaha mengalihkan pikiran dari nebak cerita, supaya endingnya bisa bikin shock dan kesan filmnya jadi berasa (so I blame my Mom who talked too much when we watched The Usual Suspects), jadi saya enjoy saja selama nonton film ini. Dan twist demi twist-nya biarpung ngarang bebas dan agak "maksa" tapi emang jatuhnya tetap seru dan menghibur. 

Anyway, Sarah Snook playing so good as Jane... 

Overview :
Predestination mungkin bukanlah film science-fiction terbaik di subgenre time travel, namun plot ceritanya yang diangkat dari cerita pendek All You Zombie oleh Robert A. Heinlein ini emang mind-fucking banget. Banyak plot hole dan cerita yang terasa terlalu dibuat-buat, tapi saya tidak terlalu peduli. Predestination dengan berani berusaha mengeskplorasi konsep paradoks takdir dan perjalanan waktu dengan cara yang super aneh... tapi berhasil! 


Komentar

  1. wah seru banget nih mbak niken sama mama nya bisa nonton The Usual Suspects bareng, sementara ane disini malah suka berantem sama si emak rebutan nonton tv krn dia mau nonton dangdut ato sinetron kampungan :(

    BalasHapus
  2. Keren neyh film, twist nya dahsyat super weird, mantap lah..

    BalasHapus
  3. Film kren, kalau ada yg gak ngerti jalan ceritanya, berarti otak lu perlu di upgrade

    BalasHapus

Posting Komentar

You could agree or disagree. Share your thought!