13/01/17

5 Instrumental Song In Movies That Make Me Sad... (Really Really Sad)

Dasar melankolis, saya sering merasa diri saya terhanyut pada film yang sangat menyedihkan (kecuali kalau mood nyinyir saya lagi keluar :p). Sebuah adegan yang membikin hati ini teriris-iris dan mematahkan hati membutuhkan dukungan scoring musik yang sesuai. Saya sebenarnya nggak terlalu suka instrumental song (karena nggak bisa dinyanyikan). tapi akhir-akhir ini jadi suka dengerin (selama jadi backsound film). Mendengarkannya ulang bisa menyentuh memori otak di kepala dengan tepat - membawa saya kembali pada "mood" yang saya dapatkan kala menonton filmnya. Berikut ini adalah beberapa musik instrumental di film yang tiap dengerin jadi membuat saya jadi kebawa sedih.... 

(ANYWAY THESE ARTICLES CONTAIN MAJOR SPOILERS)

#1 
On The Nature of Daylight by Max Richter
(Arrival, 2016)




Dimulai dari yang paling "gress" ya. Just watched Arrival one week a ago, dan masih kebayang-kebayang donk filmnya. These song fits perfectly. Mendengarkan lagu ini jadi keinget adegan Louise (diperankan Amy Adams) bersama anak perempuannya. Kematian anak perempuannya adalah sebuah tragedi, tapi entahlah.. bagi saya sendiri Arrival membawa sebuah pesan yang memberikan perspektif berbeda: hidup adalah serangkaian tragedi, tapi kita masih bisa menikmati dan bersyukur akan kebahagiaan - kebahagiaan yang sedikit itu. Saya menikmati lagu ini sebagai sebuah bittersweet symphony.

#2 
Farewell - Dario Marinelli
(Atonement, 2007)


Saya depresi setelah nonton ini. Akting dan chemistry menawan dari James McAvoy dan Keira Knightley sangat indah dilihat - you can feel that. Saya membenci Briony (Saoirse Ronan) yang telah memisahkan hubungan kakaknya Cecilia (Keira Knightley) dan Robbie (James McAvoy), tapi saya lega ketika dalam sebuah adegan bahwa keduanya masih bersama. But then..... endingnya diungkapkan bahwa ternyata itu cuma cerita karangannya Briony yang merasa bersalah karena telah memisahkan cinta mereka berdua. Cecilia dan Robbie meninggal sebelum keduanya sempat bersama. Bagaimana saya nggak depresi habis nonton ini? Anw, Atonement has a good soundtrack. This mellow song really reminds me the sadness of the movie (sambil kebayang adegan ilusi Cecilia dan Robbie bermain air bersama di pantai). *nangis*

#3 
Cries and Whispers - Lee Ji-Soo & Jo Yeong-Wook
(Oldboy, 2002)


Another depressive movie. Kalau disuruh nyebutin salah satu film Asia terbaik, pasti rata-rata akan menyebutkan Oldboy-nya Park Chan-wook dalam daftarnya. Lagu ini sendiri punya aura melankolis yang sangat menyedihkan. Anyway, saya nggak cuma sedih dengan karakter Oh Dae-su (Choi Min-Sik) yang pada akhir pencarian dendamnya menemukan dirinya pada kenyataan yang sangat pahit, tapi saya juga sedih pada kisah hidup si penjahat Yoo Ji-Tae (Lee Woo-jin). There is no winner in the end. 

#4
 Angkor Wat Theme Finale - Michael Galasso
(In The Mood For Love, 2000)


Film Wong Kar-wai ini dijamin akan membuatmu patah hati. There are so many moments that make me really heartbroken, tapi buat saya pribadi yang paling mematahkan hati adalah scene di akhirnya. Ketika Mr. Chow (Tony Leung) berbisik pada sebuah lubang kosong di Angkor Wat, mengungkapkan semua perasaannya yang tidak mungkin ia sampaikan kepada Mrs. Chan (Maggie Cheung). Adegan ini sendiri sangat puitis - menampilkan dinding-dinding Angkor Wat yang terasa dingin dan acuh, seperti menjadi sebuah saksi bisu akan perasaan Mr. Chow. Iringan komposisi lagu dari Michael Galasso adalah sentuhan yang semakin mengiris-iris hati. "Feelings can creep up just like that. I thought I was in control..."

#5
Epilogue - Lee Byung-woo
(A Tale Of Two Sisters, 2003)



Ga banyak film horror yang juga bikin sedih. Sejauh ini (yang saya ingat) cuma Orphanage (2007) dan juga A Tale Of Two Sisters. Boleh pula jika disebut bahwa A Tale of Two Sisters adalah salah satu film horror terbaik yang pernah dimiliki oleh Negeri Ginseng. A Tale of Two Sisters tidak hanya menjadi film horror yang artistik, namun juga punya twist yang sangat menyedihkan pada bagian endingnya. I love this instrumental mellow song from Lee Byung-woo. 

10/01/17

La La Land (2016) (5/5)


RottenTomatoes: 92% | Metacritic: 93/100 | NikenBicaraFilm: 5/5

Rated: PG-13 | Genre: Musical, Drama

Directed by Damien Chazelle ; Produced by Fred Berger, Gary Gilbert, Jordan Horowitz, Marc Platt ; Written by Damien Chazelle ; Starring Ryan Gosling, Emma Stone, John Legend, Rosemarie DeWitt ; Music by Justin Hurwitz ; Cinematography Linus Sandgren ; Edited by Tom Cross ; Production companies Gilbert Films, Impostor Pictures, Marc Platt Productions ; Distributed by Summit Entertainment ; Release date August 31, 2016 (Venice Film Festival), December 9, 2016 (United States) ; Running time 128 minutes ; Country United States ; Language English ; Budget $30 million

Story / Cerita / Sinopsis :
Sebuah kisah drama musikal tentang dua orang kekasih yang bersama-sama mengejar impian mereka masing -  masing. 
Review / Resensi :
Saat teaser trailernya pertama kali dirilis, menampilkan Ryan Gosling menyanyikan City of Stars dan cuplikan scene dari film La La Land - saya sudah langsung jatuh cinta. Pertama, film ini mengandung Ryan Gosling (obviously! Ryan Gosling ini yang bisa bikin saya selingkuh dari Michael Fassbender haha). Kedua, soundtrack-nya begitu indah. Ketiga, film ini tampaknya akan sangat romantis. Keempat, teaser trailer itu seperti menjadi jaminan bahwa La La Land akan menjadi sebuah pertunjukan pesta visual yang memanjakan mata. Dan itu semua terbukti. Saya katakan di depan: La La Land adalah salah satu film terbaik tahun 2016 ini. (Anw, menontonnya di bioskop akan memberikan kesan yang lebih asyik daripada menontonnya di rumah lho. Seriously!). 

08/01/17

Penjelasan Ending Arrival (2016)

Well, berhubung banyak yang ramai comment tentang ending Arrival sebelumnya di review saya mengenai film ini, maka saya putuskan untuk bikin penjelasan ending Arrival (moga-moga saya nggak salah). Sebenarnya penjelasan ending Arrival sudah banyak beredar di internet, tapi rata-rata ditulis dalam bahasa Inggris. Jadi, berhubung saya juga jatuh cinta (pakai banget) dengan film ini, saya putuskan untuk kasih sedikit penjelasan mengenai ending film ini.

Satu hal yang pasti, Arrival membuktikan bahwa Dennis Villeneuve sangat mahir bermain puzzle because this movie is so fuckin brilliant! Arrival memang cukup bikin mikir karena ceritanya sendiri agak filosofis. Tapi bagi saya sendiri Arrival ini (untungnya) bukan film yang ambigu dan multi-interpretasi, sehingga kurang lebih Arrival tidak membutuhkan "perdebatan" panjang yang bikin orang-orang frustasi bertanya: "Tafsir yang benar yang mana nih?" (Dan kemudian seringnya sang sutradara dan penulis naskah tidak mau bikin penjelasan, membuat penonton mati penasaran).



07/01/17

Arrival (2016) (5/5)


"Remember what happened to the aborigines. A more advanced race nearly wiped them out," 

RottenTomatoes: 94% | Metacritic: 81/100 | NikenBicaraFilm: 5/5

Genre: Drama, Science-Fiction
Rated: PG-13

Directed by Denis Villeneuve ; Produced by Shawn Levy, Dan Levine, Aaron Ryder, David Linde ; Screenplay by Eric Heisserer ; Based on "Story of Your Life" by Ted Chiang ; Starring Amy Adams, Jeremy Renner, Forest Whitaker, Michael Stuhlbarg, Tzi Ma ; Music by Jóhann Jóhannsson ; Cinematography Bradford Young ; Edited by Joe Walker ; Production companies Lava Bear Films, 21 Laps Entertainment, FilmNation Entertainment ; Distributed by Paramount Pictures ; Release dates September 1, 2016 (Venice Film Festival), November 11, 2016 (United States) ; Running time 116 minutes ; Country United States ; Language English ; Budget $47 million

Story / Cerita / Sinopsis :
Sebanyak 12 pesawat luar angkasa misterius tiba di bumi. Louise Banks (Amy Adams) diminta untuk mengetahui apa maksud dan tujuan kedatangan alien itu. 

Review / Resensi :
Jika menonton film diibaratkan sebagai sexual pleasure, maka fetish saya merupakan film bertemakan alien dan luar angkasa (but no, not that kind of Star Wars!). Setelah Gravity (2013), Interstellar (2014), dan The Martian (2015), maka tahun 2016 ini ada film Arrival, disutradarai oleh Dennis Villeneuve yang saya nantikan dengan sangat. Ketika dirilis bulan November 2016, saya sudah sempat hopeless apakah bioskop di Indonesia mau menayangkan Arrival, berhubung ceritanya nggak terlalu mainstream. Tapi biasanya film-film model alien gini cukup laris di pasar Indonesia dan Sicario (2015) yang disutradarai juga oleh Dennis Villeneuve sebelumnya juga berhasil tayang di sini - jadi harusnya ada kemungkinan jaringan 21 mau menayangkan Arrival. Maka ketika seorang teman mengabarkan bahwa Arrival akan tayang tanggal 6 Januari, ga pakai pikir panjang saya langsung nonton di premiere-nya. Dan penantian saya selama terbayarkan sudah. Arrival is masterpiece!

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...