5 Film Yang Cocok Ditonton Setelah Putus

Saya tahu putus cinta adalah salah satu hal yang.... menyedihkan. Berikut ini saya pilihkan 5 post-break up film yang cocok ditonton setelah putus cinta supaya bisa gampang move-on. Daftar ini merupakan rekomendasi pribadi yang bisa kasih pesan optimis paska-putus sama mantan. Anyway, buat yang penasaran apakah artikel ini saya tulis terinspirasi dari kisah nyata? Huhuhu... iyaaa... *lol* *lalu mengingat masa lalu* *bye bye mantan* *halo kekasih baru*

Eh iya, artikelnya full spoiler yak!

#1 HIGH FIDELITY (1999)


John Cusack berperan sebagai Rob, pemilik record store yang berusaha menceritakan hubungannya yang kandas dengan mantan-mantannya. Saya tahu film ini "cool" enough karena referensi pop-culture nya yang sangat hipster dengan quote-quote yang super asyik, tapi kalo boleh jujur saya sebenarnya nggak terlalu bisa menikmati film yang naskahnya dikerjakan oleh Nick Hornby ini. Namun seenggaknya saya bisa melihat apa yang ada di otak lelaki dalam memandang hubungannya.

Kesimpulannya di akhir cukup nonjok, tentang kenapa hubungan Rob nggak pernah berhasil dengan mantan-mantannya: "I can see now I never really committed to Laura. I always had one foot out the door, and that prevented me from doing a lot of things, like thinking about my future and... I guess it made more sense to commit to nothing, keep my options open. And that's suicide. By tiny, tiny increments,". Rob ogah berkomitmen. Daripada berusaha menjalani hubungan dengan sungguh-sungguh ia justru membayangkan fantasi tentang "cewek sempurna" buat dirinya sendiri. Well, nobody is perfect, Rob. You should work on that! And I quoted the last speech Rob told to Laura when he want to get back with her: "I'm tired of the fantasy because it doesn't really exist. And there are never really any surprises, and it never really...delivers. Right. And I'm tired of it. And I'm tired of everything else, for that matter. But I don't ever seem to get tired of you,". Rob is an asshole, but this is sweet enough. Realitis, ga muluk-muluk, tapi so sweet banget! 

#2 ANNIE HALL (1977)


Satu lagi sebuah film yang menganalisa hubungan dari sudut pandang lelaki. Kali ini dari seorang komedian neurotik Alvy Singer (Woody Allen) yang berusaha menganalisa hubungannya yang kandas dengan sang mantan, Annie Hall (Diane Keaton). Walaupun kerap dibantah oleh Woody Allen, Annie Hall sendiri terasa sangat personal karena tokoh dan kisah cinta Alvy Singer mirip banget sama Woody Allen. Tapi ngomong-ngomong, lagi-lagi, Annie Hall bukanlah tipikal film favorit saya. Karena apa? Karena saya agak nggak nyambung nontonnya! Padahal saya selalu self-proclaim kalau karakter Alvy Singer yang hobi nyinyir, sarkas, neurotik, dan paranoid itu sedikit banyak mirip saya. 

Harus diakui Annie Hall adalah film yang melampaui jamannya. Naskahnya cerdas dan getir, sangat khas Woody Allen. Tapi terkadang jadi terasa pretentious sehingga saya cuma bisa bengong karena nggak nyambung pas nonton. But anyway, kenapa hubungan Annie dan Alvy kandas? Begini saya nangkepnya: terkadang kamu menjalin relationship dengan seseorang dan hubunganmu itu mampu mendorongmu untuk  maju. Itulah yang terjadi pada Annie ketika mengenal Alvy. Tapi kemudian, ketika Annie punya keberanian untuk mencapai apa yang ia inginkan... hubungan mereka sudah nggak kayak dulu lagi. Annie membutuhkan Alvy untuk memacunya untuk maju, dan itulah yang ia dapatkan.... sementara di lain sisi Alvy menginginkan Annie tetap seperti dahulu: membutuhkannya. In the end, relationship mereka akhirnya terpaksa harus berakhir. Tanpa ada pihak ketiga. Rupanya ga perlu drama untuk bikin hubungan "nggak cocok lagi".

#3 BEGIN AGAIN (2013)


Ini adalah tipe film yang cocok banget ditonton setelah putus. Sama kayak judulnya, Begin Again, film ini bisa ngasih motivasi supaya kita bisa memulai lembaran baru lagi setelah akhir dari hubungan sebelumnya.... *tsaaah. Ceritanya simple sih: tentang Gretta (Keira Knightley) yang habis putus karena diselingkuhin kekasihnya (Adam Levine). Gretta kemudian bertemu seorang mantan pemilik record-label Dan (Mark Ruffalo) yang membantu karir bermusiknya. Begin Again sebenarnya film yang sederhana, tapi John Carney tahu bener gimana cara mengubah cerita sederhana itu jadi segar dan menyenangkan untuk dinikmati. Dan beberapa lagunya memang enak. *Lost Stars? Still on my playlist!

Mungkin karena nonton Begin Again pas habis putus, jadi saya nontonnya dengan penuh perasaan sambil sok-sokan bilang "Ini aku banget!"(padahal ya enggak juga sih. Haha. Ya kalik saya kayak Keira Knightley dan sesemantan kayak Adam Levine). Tapi seenggaknya menonton ini bikin siapapun yang baru putus ngerasa termotivasi untuk produktif. Hal yang dicontohkan Gretta, yang menyalurkan energinya untuk bikin lagu. Endingnya sendiri menyiratkan untuk jangan takut memulai hal yang baru. Anyway, I do believe a good artist must have a miserable life to create something great. So if your relationship is over and feelin really desperate about it, embrace that negative feeling and change it into an art!

#4 (500) DAYS OF SUMMER (2009)


Dari awal udah dijelaskan "This is not love story. This is a story about love...". Apa yang bikin (500) Days of Summer menjadi romantic cult adalah karena kisahnya sangat relatable bagi kita-kita kaum urban kelas menengah. Yang menyenangkan dari (500) Days of Summer adalah karena ceritanya yang sederhana namun bisa disajikan dengan begitu manis, menawan, sekaligus... perih pada akhirnya. Adegan jatuh cinta dan pacarannya bisa bikin kamu melayang (that IKEA scene? Adegan nyanyi di taman?), dan adegan putusnya bisa bikin kamu mellow. Tom (Joseph Gordon Levitt) adalah cowok yang percaya takdir dan gagasan "soulmate" lalu jatuh cinta pada Summer (Zooey Deschanel), tipe pixie indie girl yang loveable banget tapi ga percaya sama cinta. Namun pada akhirnya, toh hubungan mereka harus berakhir pada sebuah ironi: Summer justru yang menemukan cintanya pada yang lain.

Yeah, I know. Summer is a bitch, right? Dan saya kalo jadi Summer ga bakal ngelepas tipe sweet-cute semacam Tom! Lalu kenapa saya rekomendasikan film ini sebagai pelipur lara di saat putus? Supaya kamu menyadari, sebagaimana Tom, bahwa... takdir dan soulmate itu mungkin sekedar fantasi. Saya kasih quote yang ada di bagian akhir film:
Tom: What happened? Why? Why didn't they work out?
Summer: What always happens. Life.
(500) Days of Summer seperti ngasih pelajaran agama: harus ikhlas. Sometimes relationship is over. Just because he/she likes the same bizzaro crap you do doesn't mean he/she's your soul mate. Jodoh itu mungkin serangkaian kebetulan yang diromantisir. (But anyway, hidup tanpa ada romantis-romantisnya? Hampa! Bukankah kita yang ngasih esensi pada kehidupan yang datar ini?)

#5 ETERNAL SUNSHINE OF THE SPOTLESS MIND (2004)


Oh my God.... Kalau ditanya apa salah satu film favorit saya, saya tanpa ragu akan menyebut film yang judulnya panjang ini. Eternal Sunshine of The Spotless Mind memiliki kisah yang sedikit aneh: seorang pria Joel (Jim Carrey) berencana menghapus ingatannya akan mantan kekasih Clementine (Kate Winslet) dengan semacam mesin penghapus memori. Nggak cuma punya kisah yang unik, tapi film ini sendiri punya naskah yang smart banget yang cocok banget buat kamu yang ingin menganalisa hubungan kamu. Ini adalah salah satu film yang quote-quotenya paling sering saya kutip: "I'm not perfect, Joel. I'm just a fucked up girl who's lookin' for my own peace of mind,". 

Ya, mesin penghapus ingatan tentang mantan memang terkesan sebagai alat yang bakal laku keras kalau beneran ada, namun film ini justru kayak ngasih tahu bahwa itu bukan solusi. Di tengah proses penghapusan memorinya, alam bawah sadar Joel memberitahu bahwa dia tidak sungguh-sungguh ingin menghapus seluruh ingatannya tentang sang mantan. Dan coba tebak, ketika ingatan keduanya sama-sama terhapus, mereka bertemu lagi dalam suatu kebetulan, dan kemudian saling jatuh cinta lagi. So, takdir tak dapat dielakkan.... Screenwriter Charlie Kaufman dan Michael Gondry kayak hendak memberitahukan bahwa kamu tidak bisa mencegah dirimu untuk tidak jatuh cinta dengan mantan kekasih. Kita harus bisa move on sambil menerima masa lalu. See? Ini kayak dapet pelajaran hidup dari film! (Anyway, film ini punya ending yang bagi saya so sweet banget.... huhuhu...)

...
Nah, ada yang mau kasih rekomendasi post-breakup movie yang cocok ditonton setelah putus?

Komentar

  1. Eternal Sunshine of The Spotless Mind juara banget sih emang:")

    BalasHapus
  2. Eternal Sunshine of The Spotless Mind juga film favoritku sepanjang masaaa :D enggak ada bosennya nonton film ini :D

    BalasHapus
  3. Referensi tambahan:
    - 5 Centimeter per Second

    BalasHapus

Poskan Komentar

You could agree or disagree. Share your thought!