[Quick Review] Jurassic World (2015), Begin Again (2014), Blended (2014) and Night at The Museum: Secret of The Tomb (2014)

Ada sedikit rasa senang dan haru (*tsaah) setelah ngepost artikel terakhir. Bahwa ternyata, blog ini ADA JUGA YANG BACA! Hahahaha.. Lebih senang lagi, bahwa sebagian pembaca ternyata menyemangati saya untuk nulis blog lagi (terharu saya, berasa kayak artis lah. Lol). So here I am, try to review 4 more movie on quick review session. Kenapa quick review? Karena mood nulis saya belum pulih benar dan quick review adalah cara gampang untuk merangkum semua pemikiran saya - tidak perlu banyak bacot, cukup rangkuman dalam 1 paragraf. Dan terutama, karena entahlah 4 film di sini kurang mampu memberikan inspirasi untuk menulis dalam format review lengkap. Here we go..

JURASSIC WORLD (2015)
RottenTomatoes: 71% | NikenBicaraFilm: 4/5


Starring: Chris Pratt, Bryce Dallas Howard
Directed: Colin Trevorrow
Genre: Adventure, Kids & Family

Ada skeptisme yang cukup tinggi dari para penikmat film setelah trailer Jurassic World dirilis. Sebagian menyangsikan apakah Jurassic World akan bisa menyamai kualitas film awalnya, terutama setelah dua sekuelnya boleh dikatakan tidak berhasil. But then, it did well, walaupun tidak termasuk katagori bagus-bagus amat. Jurassic World mengajak kita kembali ke taman bermain surga dinosaurus, dimana seekor dino-hybrid (lebih buas daripada T-Rex) yang disebut Indominus Rex (namanya terdengar konyol, sebenarnya) mengancam keselamatan para pengunjung. Jurassic World menghadirkan dunia baru yang sangat fun dan menyenangkan, yang pastinya cukup asyik jika ditonton di bioskop. Walaupun secara keseluruhan plot Jurassic World terasa sangat generik, namun Jurassic World masih mampu menghadirkan momen - momen horror serta sentuhan drama dan komedi yang cukup menghibur, selain didukung dengan visual effect yang cukup keren. Selain itu, ada semacam penghormatan khusus dari film ini untuk film pendahulunya, Jurassic Park. It's not really that great - but it is still a good blockbuster summer movie.

Next-->

BEGIN AGAIN (2014)
RottenTomatoes: 83% | NikenBicaraFilm: 4/5



Starring: Mark Ruffalo, Keira Knightley
Directed: John Carney
Genre: Musical, Drama


Begin Again adalah sebuah cerita tentang pertemuan seorang pemilik studio rekaman Dan (Mark Ruffalo) dengan penulis lagu, Gretta (Keira Knightley) yang baru saja putus cinta dengan kekasihnya Dave (Adam Levine) lalu bersama-sama keduanya membuat proyek musik bersama dengan studio kota New York. Begin Again adalah semacam film inspirasional bagi siapa saja yang baru saja putus cinta (apalagi kalau kamu baru saja putus cinta dari cowok seganteng Adam Levine, kalau saya mah sudah gila!). Walaupun begitu, bagi saya Begin Again agak sedikit hambar dari segi konflik, karena plot Begin Again memang tidak terlalu dramatis - dan ini membuat saya sedikit agak bosan. Untungnya, Begin Again punya naskah yang cukup cerdas, terutama mengenai industri musik saat ini. Selain itu musik Begin Again yang digarap oleh pentolan New Radicals sukses memberikan nyawanya tersendiri, termasuk single Lost Stars yang terngiang-ngiang terus sampai sekarang. Satu lagi, I love every single Keira Knightley's wardrobe here! 

BLENDED (2014)
RottenTomatoes: 14% | NikenBicaraFilm: 2,5/5



Starring: Adam Sandler, Drew Berrymore
Directed: Frank Coraci
Genre: Comedy

Adam Sandler dan Drew Berrymore kembali bermain bersama setelah The Wedding Singer (1998) dan 50 First Dates (2004). Blended bercerita tentang Jim (Adam Sandler) dan Lauren (Drew Berrymore) yang setelah kencan buta yang berantakan, harus terjebak bersama dengan anak-anak mereka pada sebuah liburan di Afrika. I love Adam Sandler, no matter how bad his movie, he still makes me laugh. Tapi Blended ini benar - benar garing, dan seolah-olah naskah filmnya dikerjakan tanpa kerja keras. Bagian awal filmnya terasa tidak relevan (bagaimana mereka bisa pergi bersama-sama ke Afrika saja rasanya sudah nggak masuk akal), ada yang tidak beres dari editing filmnya yang membuat kontinuitas ceritanya tidak berjalan dengan lancar, dan lebih parahnya lagi: leluconnya basi dan hanya mengandalkan slapstick yang usang. Lelucon Adam Sandler di film lain sebenarnya juga sama konyolnya, tapi entahlah masih agak lucu, sedangkan di Blended ini sulit untuk tertawa. Satu-satunya momen paling menyenangkan adalah kemunculan Terry Crews yang epik di setiap kesempatan (menjadi karakter penyanyi bernama Nickens. Nickens, it's kinda similar with my name, eh?) . Karakternya konyol, bodoh, berlebihan, tapi entahlah kemunculannya yang lebay itu adalah momen favorit saya!

NIGHT AT THE MUSEUM : SECRET OF THE TOMB (2014)
RottenTomatoes: 50% | NikenBicaraFilm: 3/5



Starring: Ben Stiller, Robin William 
Directed: Shawn Levy
Genre: Adventure, Comedy


Sekuel yang lebih bagus (atau setidaknya sama bagusnya) dengan film pertamanya sangat jarang ditemukan, dan Night at The Museum : Secret of The Tomb yang merupakan film ketiga dari Night at The Museum adalah salah satunya. Secret of The Tomb merupakan petualangan baru Larry (Ben Stiller) dan kawan-kawan ajaibnya dimana tablet yang "menghidupkan" para penghuni museum terancam berakhir, dan Larry harus ke Inggris untuk mencari jawabannya. New movie, new museum, new character. Seharusnya film ketiga ini bisa memberikan petualangan baru yang lebih seru, namun kenyataannya Secret of The Tomb adalah petualangan yang membosankan dan tidak menawarkan sesuatu yang baru dan lebih menarik dibandingkan film awalnya. Plotnya terasa terlalu dipaksakan, leluconnya banyak yang mengulang lelucon-lelucon film sebelumnya - walaupun ada beberapa lelucon yang cukup lucu, terutama dari Jedediah dan Oktavius, dan paruh akhir filmnya sangat sok-drama dan membuat saya cepat-cepat men-skip beberapa adegannya.

Komentar

  1. mau sedikit share mbak niken.

    sepertinya Andalah orang yang pertama kali mempopulerkan istilah quick review ini, hahahaha

    saya setuju memang, terkadang ketika kita nonton film yang 'kurang mengena', bawaannya selalu saja malas untuk me-review. tapi mau bagaimana lagi, inilah tuntutan seorang pe-review, jiaahhhh

    meskipun terkadang filmnya 'kurang mengena', atau malah 'kurang sekali', saya tetap minimalkan porsi untuk menulis sebanyak 7 paragraf. Biar adil lah, masak yang bagus dapat jatah lebih banyak.

    kira-kira begitulah pengalaman saya, dan ini pertama kalinya saya share untuk Anda.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Untuk istilah Quick Review, itu bukan orisinil dari saya kok mas Iza.

      Terkadang film bagus juga agak susah lho mas untuk bisa direview, ga cuma film medioker aja. Tergantung seberapa ngenanya film itu buat yang ngereview, dan itu objektif juga sih. Tapi memang seharusnya sebagai tukang tulis harus mampu untuk menulis apapun... hehehe

      Hapus

Posting Komentar

You could agree or disagree. Share your thought!