Pitch Perfect (2012)


Aubrey : "You call yourself Fat Amy?"
Fat Amy : "Yeah, so twig bitches like you don't do it behind my back,"

Rotten Tomatoes : 81%
IMDb :7,3/10
Metascore : 66/100
NikenBicaraFilm: 4/5 

Rated: PG-13
Genre: Musical, Comedy

Directed by Jason Moore ; Produced by Paul Brooks, Max Handelman, Elizabeth Banks ; Screenplay by Kay Cannon ; Based on Pitch Perfect: The Quest for Collegiate A Cappella Glory by Mickey Rapkin ; Starring Anna Kendrick, Skylar Astin, Rebel Wilson, Adam DeVine, Anna Camp, Brittany Snow, John Michael Higgins, Elizabeth Banks ; Music by Christophe Beck, Mark Kilian ; Cinematography Julio Macat ; Edited by Zach Chemberlene ; Production company Gold Circle Films ; Distributed by Universal Pictures ; Release dates September 28, 2012 (United States) ;  Running time 112 minutes ; Country United States ; Language English ; Budget $17 million ; Box office $113,042,075

Story / Cerita / Sinopsis :
Beca (Anna Kendrick), mahasiswi baru di Barden University yang berjiwa rebel - bergabung di grup akapela putri di kampusnya, The Barden Bellas, dan berusaha untuk memenangkan kejuaraan Nasional.

Review:
I'm 26 y.o, and still love to watch a movie about high-school or college life. Tidak banyak film tentang kehidupan anak SMA dan mahasiswa yang selain menghibur, namun juga bisa mendapat kritikan yang baik dari para kritikus. Yang klasik tentu saja adalah The Breakfast Club (yang juga menjadi salah satu inspirasi di Pitch Perfect - namun saya sendiri merasa bahwa The Breakfast Club tidak seistimewa itu), yang lumayan modern sebut saya Clueless (1995), Mean Girl (2004), Election (1999) dan Easy A (2009). Pitch Perfect mendapatkan kritikan yang cukup baik dari para kritikus, juga dengan rekor pendapatan tertinggi kedua sejauh ini untuk film komedi-musikal setelah School of Rock (2003) milik Richard Linklater.

Pitch Perfect tidak hanya sekedar film drama bersetting kampus, tapi juga sebuah drama musikal dengan ensemble cast yang luar biasa. Plotline Pitch Perfect memang terbilang terasa sangat familiar, namun bukan berarti formula basi itu tidak bisa dirangkai untuk menjadi lebih baik. Sekilas Pitch Perfect mengingatkan saya pada Glee TV Series dengan casting film Bridesmaid (2011) - dimana sekumpulan perempuan-perempuan eksentrik gila yang menjadi tokohnya. Pitch Perfect memang memiliki kesamaan dengan Glee, berkisah tentang sekumpulan underdog yang bergabung dalam grup musik - dan bahkan ada sedikit sentilan mengenai Glee di salah satu adegannya. Bedanya, Pitch Perfect fokus sebagai grup a capella - dimana seluruh bunyi-bunyian berasal dari mulut, dan Pitch Perfect tidak selebay Glee (terutama sejak season 2 yang membuat saya ilfil parah karena Santana yang bitchy tiba-tiba berubah menjadi lesbian bitchy). 


Kay Cannon, yang sebelumnya menjadi penulis untuk serial TV 30 Rock dan New Girl sukses membawa Pitch Perfect menjadi sajian yang penuh dengan tawa. Pitch Perfect memang masih sedikit mengusung guyonan ala slapstick, character dan blue comedy, namun naskahnya juga cerdas dan seriously hilarious. Karakter Beca di suatu kesempatan berkata bahwa ia tidak suka film karena film selalu predictable, which is that really happen in this movie! Yang paling menarik tentu saja adalah bagaimana Kay Cannon sukses menampilkan karakter-karakter ajaib yang menjadi tokoh-tokohnya. Karakter paling fenomenal tentu saja adalah Fat Amy, yang diperankan dengan sangat menarik oleh Rebel Wilson, yang cynical dan confident. Karakternya sekilas mengingatkan pada karakter Melissa Hart di film Bridesmaid - walaupun mungkin yang membuat saya teringat bukanlah karena mereka berdua punya karakter yang sama, tapi mereka berdua perempuan berbadan besar yang percaya diri. Tidak hanya Fat Amy, karakter-karakter lainnya juga nggak kalah gila, mulai dari si lesbian-penjudi Cynthia, Stacie yang jablay, Lily yang aneh, hingga Benji yang nerd.

Di jajaran para pemain, ada Anna Kendrick sebagai lead role-nya. I love Anna Kendrick since her performance in Up in The Air (2009), dan especially when she play as Joseph Gordon Levitt's psychiatrist in 50/50. Ada aura loveable dan menyenangkan pada sosok aktris kelahiran 1985 ini - doski mungkin bukan aktris tercantik, but I really enjoy watching her in romantic movie. And knowing she can sing, make me love her more! Karakter Beca yang diperankan Anna Kendrick mungkin bukan karakter paling menarik (baca: ajaib), tapi sentral kisahnya - terutama kisah romansanya dengan Jesse (Skylar Astin) sangat manis dan menjadi daya tarik utama. Jesse adalah karakter pasangan Beca yang sempurna, and Skylar Astin adalah aktor yang sempurna untuk itu. Kabarnya, departemen casting Pitch Perfect hendak mencari cowok yang setipe dengan John Cusack, dan Astin punya aura yang sama. Jesse's character is kind of awkward, but not really that geek and not cool either - but you girls still can falling in love with him. Beca & Jesse is such a perfect pair, and I looooove to watch them together. (Maybe I love them because I feel related to them. Gaya pedekate mereka asyik, and kinda remind me of my love story. Cieee...)

As a musical-comedy-drama movie, I guarantee you will love every song in this movie. The mainstream pop song might be not my favorite, but I still enjoy listened it in A capella version. Versi favorit saya adalah Since You be Gone-nya Kelly Clarkson yang semacam di-"remix" dengan keren saat adegan audisi, dan Right Round-nya Flo Rida yang dinyanyikan Treblemakers saat babak kejuaraan regional. And FYI, soundtrack Pitch Perfect menjadi salah satu album soundtrack yang terjual paling banyak saat ini.

Overview:
Pitch Perfect adalah kombinasi sebuah drama, komedi dan musikal pop yang tepat. Plotnya memang terbilang sangat predictable, namun tertolong berkat naskahnya yang tidak hanya sukses mengocok perut, namun juga smart. Kekuatan utama Pitch Perfect jelas ada pada karakter-karakternya yang sangat ajaib, maybe a little bit stereotype, but still so funny! Sure enough I will wait for Pitch Perfect 2 next year!

Komentar

  1. mba maaf kl oot :D
    saya malah jd penasaran sama the breakfast club, sy search blm ada reviewnya dsni

    BalasHapus

Posting Komentar

You could agree or disagree. Share your thought!