Chronicle (2012)

"Boys will be boys,"

Directed by Josh Trank ; Produced by John Davis, Adam Schroeder ; Screenplay by Max Landis ; Story by Max Landis, Josh Trank ; Starring Dane DeHaan, Michael B. Jordan, Michael Kelly, Alex Russell ; Cinematography Matthew Jensen ; Editing by Elliot Greenberg ; Studio Davis Entertainment ; Distributed by 20th Century Fox ; Release date(s) February 3, 2012 (United States) ; Running time 83 minutes ; Country United States ; Language English ; Budget $15 million

Rated: PG-13
Genre: Drama, Horror, Science Fiction, Fantasy,
RottenTomatoes: 85% (7.1/10) – 9/02/12
Imdb: 7.6/10
Metacritic: 69/100
NikenBicaraFilm: Sinopsis:
Alkisah, tiga cowok SMA, Andrew, Matt, dan Steve menemukan sebuah lubang aneh di belakang suatu rumah pada sebuah pesta yang tengah mereka datangi. Ternyata, di dalam lubang aneh itu ada sebuah batu kristal aneh yang akhirnya menjadikan mereka sebagai manusia super.


Foto: Rottentomatoes.com

Review:
Saya menulis review ini seminggu setelah perilisan film ini pertama kalinya di US, dan hingga detik saya menulis ini review, Chronicle masih menduduki puncak pertama tangga Box Office. Sebenarnya, saya sempat tidak ‘ngeh’ dengan film ini, walaupun trailernya sempat saya tonton di MTV Asia. Saya pikir ini sekedar film fantasi anak kecil – walaupun pada akhirnya saya, yang uda lama gag ngeblog dan blogwalking ke blog tetangga, membaca reviewnya yang disampaikan dengan baik oleh Fariz dari Vampibots, dan langsung keesokan harinya saya ajak pacar saya buat nonton. Ya, mumpung uda lama saya gag nonton bioskop juga. And yeah, it’s really worth it.

Mockumentary, gaya film dimana kamu seolah-olah menonton film dokumenter dari sebuah handycam biasa, memang menjadi semacam trend sejak proyek The Blair Witch Project – yang sempat membuat saya bertahun-tahun berpikir bahwa itu film nyata. *tolol banget ya* hehe.. Film yang serupa bisa kamu lihat di Cloverfield, atau yang kemungkinan jadi film favorit kamu: Paranormal Activity. Saya pikir ini adalah gaya yang tepat untuk sebuah film dengan premis yang kayaknya gag asing dan saking banyaknya bisa cenderung membosankan. Dengan gaya film yang seperti ini, maka menontonnya membuat visual efeknya terasa sangat nyata. Kedekatan emosional dengan sang tokoh kayaknya juga lebih masuk, soalnya sang aktor dituntut untuk berakting lebih real, dan make-up kayaknya sesuatu yang berlebihan di kamera.

Chronicle menjadi sebuah film yang berbeda, karena kekuatan super yang dimiliki 3 anak itu tidak untuk melawan kekuatan jahat – hal yang pasti uda sering kamu tonton di film-film superhero. Tapi naskah yang ditulis oleh Max Landis menceritakan bagaimana jika kekuatan super itu dimiliki oleh tiga orang anak yang biasa-biasa saja, dan dengan keluguan dan kepolosannya menjadikan itu sebagai sebuah hal yang menarik dan hanya digunakan untuk bersenang-senang. Maka Andrew, dengan kameranya, merekam aksi-aksi nakal ketiganya dengan kekuatan super yang mereka miliki: mengangkat rok anak perempuan, menakut-nakuti anak kecil, bermain lego, dsb. Sebuah aksi nakal yang wajar – sampai akhirnya kekuatan itu disalahgunakan oleh Andrew.

Karakter Andrew adalah karakter yang rapuh dan rentan. Berbeda dengan Steve dan Matt yang memiliki hidup remaja normal yang sempurna, Andrew adalah korban dari segala hal. Di rumah ia kerap dipukuli oleh ayahnya yang pemabuk, cemas akan kesehatan Ibunya yang menderita kanker namun tidak punya cukup uang itu mengobatinya, di sekolah ia dibully oleh teman-teman sebayanya, pun di rumah ia menjadi aksi bulan-bulanan oleh preman-preman di sekitar rumahnya. Ya, ibaratnya nih anak nasibnya sial bener lah *walaupun saya mikir orang dengan nasib kayak begini beneran ada gag ya? Kok Tuhan gag adil gitu..*. Dengan bertumpuknya rasa sakit dan amarah yang terpendam bertahun-tahun, maka ketika akhirnya ia memiliki kekuatan dahsyat, hal itu menjadikannya menjadi predator yang ‘kejam’ dan membuatnya berpikir bahwa ia adalah puncak dari rantai makanan. Ia berkuasa. Maka salahkah ia jika ia ingin sedikit membalaskan dendamnya? *SPOILER* Mengutip apa yang dikatakan Matt pada Andrew pada akhir film, Andrew bukan orang yang jahat. Hanya keadaan yang akhirnya menjadikannya menjadi pribadi yang terluka. Emosi itu – yang bertahun-tahun harus ia pendam karena ia tidak punya kekuatan untuk membukanya, akhirnya menjadi terbuka lebar setelah ia punya kekuasaan. Tapi ia tidak tahu cara mengontrolnya. Di lain sisi, karakter Andrew menjadi area abu-abu bagi Anda untuk akhirnya ‘memperbolehkan’ Andrew membalaskan dendamnya. Ini jelas bukan kisah sinetron dimana Marshanda yang nasibnya dijahatin begitu banyak orang, masih bisa berdoa untuk kebaikan orang-orang yang menjahatinya. Hueeee... Selain nabi Muhammad, kayaknya gag ada deh orang idup di dunia yang sebaek itu.

Selain dari segi cerita dan drama yang kayaknya menjadi daya tarik dan unsur utama Chronicle, saya senang dengan visual efek yang cukup bersih. Aksi Andrew menghancurkan mobil, aksi ketiganya yang bisa terbang, terekam dengan real dan baik. Saya pikir ketiga aktor utama juga bermain cukup baik.

Overview:
Chronicle telah menjadi film favorit saya. Premis yang gampang terjebak ke sesuatu yang membosankan, dengan naskah yang baik, menjadikan film ini memiliki kekuatan yang lebih baik dalam memancing minat penonton. Ini bukan cerita mengenai kekuatan super yang menjadikan ketiga cowok ini menjadi superhero yang bertarung melawan kejahatan. Kebaikan versus kejahatan. Hal – hal klise yang selalu menjebak Anda untuk (tentu saja) memilih karakter yang baik. Tapi bagaimana jika kekuatan itu kemudian merubah pribadi yang baik – dan lemah, menjadi pribadi yang kuat – dan semena-mena. Hal yang begitu wajar Anda temui di kehidupan nyata.

Tonton atau Tidak?
Tentu saja Tonton!

Trivia:
Anna Wood, yang memerankan cewek berambut pink yang mengajak ‘make-out’ Andrew, sesungguhnya kekasih beneran dari pemeran Andrew, Dane DeHaan.

Komentar

Posting Komentar

You could agree or disagree. Share your thought!