Source Code (2011)



Directed by Duncan Jones ; Produced by Mark Gordon, Jordan Wynn, Philippe Rousselet ; Written by Ben Ripley ; Starring Jake Gyllenhaal, Michelle Monaghan, Vera Farmiga, Jeffrey Wright, Russell Peters ; Music by Chris P. Bacon ; Cinematography Don Burgess ; Editing by Paul Hirsch ; Studio The Mark Gordon Company, Vendôme Pictures ; Distributed by Summit Entertainment ; Release date(s) April 1, 2011 ; Running time 93 minutes ; Country United States, France ; Language English ; Budget $32 million ; Gross revenue $91,966,955

Rottentomatoes : 90% (7.5/10) Topcritic: 85%(7.5/10)
Metacritic : 74/100
NikenBicaraFilm:

Sinopsis:
Kapten Colter Stevens (Jake Gylenhall) terbangun dan menyadari dirinya berada di sebuah kereta, di depan seorang wanita cantik yang gag dikenalnya Christina (Michelle Monagan). Stevens kebingungan, karena ingatan terakhirnya adalah ia berada di helikopter di Afghanistan, dan ia semakin bingung karena dirinya terjebak pada tubuh orang lain bernama Sean Fentress. Di tengah kebingungannya, mendadak kereta yang ditumpanginya meledak. Stevens terbangun dan kemudian menyadari bahwa dirinya berada pada suatu operasi militer Source Code yang dibuat oleh Dr. Rutledge (Jeffrey Wright) dengan perantara Colleen Goodwin (Vera Farmiga). Stevens kemudian diingatkan bahwa ia berada pada sebuah misi untuk mengetahui siapa pengebom di kereta yang ditumpangi oleh Sean, untuk menyelamatkan serangan bom kedua yang akan meledakkan kota Chicago. Kini Stevens harus berjuang untuk mengetahui siapa pengebom kereta tersebut, dan apa yang sesungguhnya terjadi kepadanya.


Review:
Di tengah merosotnya kualitas film barat yang masuk ke Indonesia akibat adanya boikot oleh MPAA ke Indonesia, saya masih bersyukur Source Code tidak berasal dari studio dan distributor besar yang tergabung dengan asosiasi yang memboikot tersebut. Source Code, adalah hal menyegarkan yang mampir ke bioskop Indonesia di tengah film-film lain yang lawas tapi baru diputar sekarang, atau film Indonesia yang semakin memuakkan saja untuk disaksikan. Tidak banyak sebuah film science-fiction yang sehebat Source Code ini. Serius. You will get drama, you will get twist, you will get confusing science logic, you will get bomb. Dan saya juga dapet cowok ganteng (baca: Jake Gylenhall). Hehe...

Source Code adalah sebuah film science-fiction yang komplit. Sepanjang durasi filmnya 93 menit, Anda akan mendapatkan diri Anda tidak lengah dan bosan sedikitpun untuk mengikuti petualangan Stevens dan apa yang sesungguhnya terjadi pada dirinya. Gag hanya dibikin penasaran siapa pengebom yang ada, tapi perasaan kita juga dibikin bercampur aduk dengan dimasukkannya unsur drama mengenai pribadi Stevens sendiri. Titik utama film ini sendiri sebenarnya bukan mengenai siapa pengebom yang menghancurkan kereta yang menuju Chicago, tapi lebih ke apa yang terjadi dengan Stevens. Bagaimana dia bisa berada pada operasi militer Source Code, siapa sesungguhnya Goodwin, dan apa itu Souce Code. Mungkin, menjelang akhir saya merasakan bahwa film ini menjadi sedikit membingungkan, apalagi dengan banyaknya unsur yang coba ditampilkan. Tapi keluar dari bioskop, coba-coba pikir lagi, saya jadi baru memahami maksud film ini. *hehe, maaf kalo saya emang rada lemot soal film beginian. Dan endingnya memang sangat menarik. Twistnya cukup shocking lah. *Saya pikir film beginian emang kudu harus punya twist yang brilian.

Oke. Penjelasan mengenai source code sendiri emang terdengar tidak masuk akal dan membingungkan. Namanya juga science-fiction. Abaikan saja lah. Tapi keseluruhan cerita saya pikir benar-benar menarik, soooo interesting. Itulah kenapa saya bilang Anda akan dibikin terengah-engah sepanjang cerita mengikuti alur yang ada. Tapi gag bakal bosan. Film ini juga kerapkali dibandingkan dengan film komedi yang dibintangi Bill Murray, Groundhog Day (1993) yang kurang lebih sama –memiliki unsur time-loop. Namun bedanya Groundhog Day digarap menjadi sebuah komedi-drama yang kocak, sedangkan Source Code adalah science-fiction yang memasukkan unsur action dan drama.

Film ini juga makin menarik karena dibintangi oleh aktor-aktris yang cukup memberikan akting yang cukup baik, walaupun untuk film beginian kualitas akting bukanlah hal yang patut untuk dijadikan daya tarik utama. Sebut saja Jak Gylenhall (Brokeback Mountain, Jarhead), Michelle Monaghan (Eagle Eye,Heartbreak Kid), dan Vera Farmiga (Up in the Air).

Duncan Jones, sebagai sutradara juga dengan baik mampu membimbing penonton kepada penjelasan yang makin lama makin memberikan titik terang, tanpa membuat penonton merasa kebingungan. Saya pikir karir sutradara yang ternyata anaknya David Bowie tersebut akan bersinar makin terang nantinya, terutama karena dia baru merilis 2 film dan keduanya mendapat sambutan yang sangat baik dari para pengamat film. Termasuk film pertamanya, Moon (2009) yang dengan budget terbatas mampu menghadirkan film science-fiction yang begitu baik.

Overview:
Overall, film ini benar-benar sayang untuk dilewatkan. Mungkin ini saatnya Anda kembali mengunjungi bioskop untuk menyaksikan film science-fiction yang smart dan memuaskan ini.

Komentar

  1. Duuh, tetep aja nih film gak masuk jogja :(

    BalasHapus
  2. hehe... kalo dah gini baru bersyukur ama yang namanya bajakan dan donlotan gratiss...

    BalasHapus
  3. NIh film konsepnya gw suka, tapi ceritanya, (maaf) agak kurang memuaskan. Perbandingannya gw bandingin ama Inception

    BalasHapus
  4. wahh.. kalo dibandingin ama inception pastinya kalah jauhhhh... hehehe

    BalasHapus
  5. Mba Niken, yg Brokeback Mountain koq blm direview sampe skr? Lg nunggu nih mau nymain maksd film itu apakah yg gw dpt & yg mb dapet di film itu dpt menarik kesimpulan yg sama :)

    BalasHapus

Posting Komentar

You could agree or disagree. Share your thought!