Fargo (1996)



Directed by Joel Coen, Ethan Coen (uncredited) ; Produced by Ethan Coen, Joel Coen uncredited) ; Written by Joel Coen, Ethan Coen ; Starring Frances McDormand, William H. Macy, Steve Buscemi, Harve Presnell, Peter Stormare ; Music by Carter Burwell ; Cinematography Roger Deakins ; Editing by Roderick Jaynes ; Studio PolyGram Filmed Entertainment, Working Title Films ; Distributed by Gramercy Pictures ; Release date(s) March 8, 1996 ; Running time 98 minutes ; Country United States ; Language English ; Budget $7 million ; Gross revenue $60,611,975

Genre : Mystery and Suspense, Action
Rated: R
Rotten Tomatoes : 94% (8.4/10)
NikenBicaraFilm:

Sinopsis :
Berdasarkan kisah nyata yang terjadi tahun 1987 di Minneapolis, alkisah Jerry Lundeegard (William H. Macy) meminta seorang kriminil Carl Showalter (Steve Buscemi) dan rekannya Gaear Grimsrud (Peter Stormare) untuk berpura-pura menculik istrinya agar bisa mendapatkan separuh uang tebusan dari bapak mertuanya yang kaya Wade Gustafson (Harve Presnell). Rupanya, hal yang tampaknya mudah itu menjadi kesialan dan tragedi buruk yang melibatkan pembunuhan dua orang tidak berdosa yang kemudian diselidiki oleh seorang 7-month pregnant policewoman Marge Gunderson (Frances McDormand).

Review :
First, ijinkan dulu donk saya bersoraksorai atas diri saya sendiri karena setelah sekian lama (*itung aja 3 minggu) gag ngisi blog ini. And guess what? Postingan setelah masa hibernasi berkepanjangan (karena menemukan hobi lain yang membuat sejenak melupakan blog ini) adalah sebuah old movies dari Coen Brothers. Terima kasih untuk HBO Hits yang membuat saya menonton film ini.

Fargo dirilis tahun 1996, saat itu saya masihlah innocent little girl yang jelas masih menonton Sailormoon di Indosiar saban sore dan paling pol nonton Lion King di bioskop. Tak mungkin lah saya menonton film satir bergenre crime-comedy-thriller seperti Fargo. Jauh sebelum Coen Brothers menciptakan film yang menyabet Oscar tahun 2008, No Country for Old Men, dan lebih jauh lagi sebelum Coen Brothers menciptakan filmnya baru-baru ini True Grit yang juga dinominasikan Best Picture pada Oscar 2011, Fargo bisa dibilang adalah film mereka yang mulai mengangkat nama mereka. Berhubung saya nonton No Country dulu baru Fargo, maka memang agak ‘terbolak-balik’ untuk membandingkan Fargo dengan No Country (*Seharusnya kan bandingin No Country dulu ama Fargo. Btw, baca review saya soal No Country For Old Men juga ya!). Secara garis besar, Fargo memiliki kemiripan yang sama dengan No Country For Old Men : melibatkan sejumlah aksi kejar-kejaran dengan ‘surprise’ beruntun. Tapi, Fargo memang jauh lebih komedik dan soft daripada No Country yang kesannya lebih kelam dan dark.

Di No Country, kita dikenalkan oleh pembunuh berdarah dingin dengan tampangnya yang tidak mungkin mampu dilupakan (walaupun memiliki potongan rambut yang sangatsangatsangat lucu) yang diperankan oleh si sexy Javier Bardem. Di Fargo? Sambutlah seorang pria lucu (Steve Buscemi – Con Air, Reservoir Dogs, Big Fish, TV series Boardwalk Empire) dengan temannya yang menakutkan (Peter Stormare). Di No Country, the Coen Brothers banyak melukis dengan kameranya pemandangan gurun khas Amerika yang kerontang, tapi di Fargo, Coen Brothers melukiskan kota bersalju. Di No Country, ada Tommy Lee Jones sebagai sheriff yang mengejar-ngejar, di Fargo peran pengejar itu diperanin oleh Frances McDormand (Almost Famous, North Country, Burn After Reading) yang humoris. Sama seperti kala menonton film No Country for Old Men, film ini punya banyak scene yang bikin kita terkejut. Entahlah, sepertinya Coen Brothers memang paling jago mengejutkan kita dengan banyak adegan tak terduga. (*Adegan yang kebanyakan pembunuhan). That’s why film ini meraih Best Writing Original Screenplay waktu Oscar 1997. Saya juga suka sinematografinya yang sangat bagus di mata saya. Yaaa... biarpun agak ironi ya karena sinematografi itu tampak memukau ketika menampilkan mayat yang berdarah di salju yang putih.

Saya berpikir bahwa karakter Gaear mengingatkan kita pada tipikal Anton Chigurh di No Country for Old Men. Karakternya memang gag banyak omong, malah cenderung bisu dengan muka yang minim ekpresi. Buscemi yang memerankan Carl, sebaliknya tampil sebagai sosok kriminil yang banyak omong, tapi ya jahat juga. Beberapa statement yang kerap muncul di film ini mengenai sosok Carl bahkan adalah : pria kecil yang lucu. Marge juga tampil sebagai sosok polisi yang unik : hamil 7 bulan, masih produktif, baik hati dan selalu ceria, dan sebenarnya adalah polisi yang cerdik. Well yeah.. memang ada beberapa plot yang berkaitan dengan Marge yang menurut saya agak gag nyambung. Contohnya waktu ada sosok Mike Yanagita, yang sedikit sakit jiwa dan berusaha mendekati Marge. Gag ada hubungannya sama plot film keseluruhan. Tapi akting McDormand di sini emang luar biasa, kadang untuk sebuah peran yang layak dianugerahi Best Actress di piala Oscar bukan berarti adalah sebuah peran yang mengharuskan pemerannya untuk banyak menangis (yang jelas berasal dari genre film drama). Saya pikir, dialek khas sepanjang film ini – yang banyak sekali menggumankan kata ‘Jyaaa...’ - adalah salah satu unsur yang bisa membuatnya memenangkan katagori itu. Akting William H. Macy juga cukup merebut perhatian dalam memerankan Jerry yang pengecut dan ceroboh.

Yaaa... tapi sayang sekali, Fargo gagal meraih Best Picture pas Oscar 1997 karena dikalahin The English Patient.

So, is it really worth it to watch this movie? ABSOLUTELY!!! Gag bakal nyesel laaahh... Seriously, biarpun agak jadul ya, tapi recomended kok...

Direkomendasikan untuk :
Penggemar film crime. Penggemar film.


About :
1. Sejauh yang saya tahu nih, judul film ini didasarkan pada sebuah kota bernama Fargo yang terletak di North Dakota, salah satu negara bagian di US sana. Berdasarkan cerita, Jerry (Macy) bertemu untuk mengurus kontrak penculikan istrinya dengan Gaear dan Carl di Fargo. Penyebutan kota ini sendiri sebenarnya cuma dua kali sepanjang film dan hanya muncul pada awal film saja. Film ini sendiri kebanyakan ngambil gambar di Grand Forks, North Dakota dan Brainerd, Minnesota. Katanya sih, nama Fargo dipilih karena lebih enak didengar dibandingkan Brainerd. Fargo sendiri adalah kota terbesar yang ada di North Dakota dengan ras dominan kulit putih.

2. Hal lain yang berkesan mengenai Fargo tentu saja adalah aksen uniknya, yang boleh dikatakan sebagai aksen khas Minnesota atau “Great Lake Accent”. Di film ini, aksen itu berupa pengucapan seperti “Yay.. you betchaaa..”. Sejauh yang saya baca dari wikipedia, aksen ini merupakan aksen campuran Amerika-Inggris dan kebanyakan ada di daerah Upper Midwest, seperti Minnesota, Wisconsin, Iowa, North and South Dakota. Untuk menjadikan karakter-karakter pada film ini bisa memiliki aksen demikian, film ini punya pelatih aksen Liz Himelstein. Film ini juga mencoba memasukkan unsur “Minnesota Nice”, sebuah stereotipe tentang tipikal orang Minnesota yang sopan, santun, ramah, dan enggak suka dengan segala bentuk konfrontasi. Kalau Anda suka nonton serial TV How I Met Your Mother , Anda pasti tahu donk ama sosok Marshall Erikssen yang diceritain berasal dari Minnnesota dan sikapnya yang cinta damai dan keluarga.

3. Frances McDormand, pemeran Marge di film ini, diketahui menikahi Joel Coen dari tahun 1984, dan McDormand telah membintangi film-film Coen Brothers sebanyak 6 kali, termasuk Fargo ini yang membuatnya meraih Best Actress.

4. Saya (sekali lagi) bukan movie-freak, tapi udah nonton beberapa film Coen Brothers seperti Fargo, No Country For Old Men, A Serious Man, Burn After Reading dan Ladykillers. Mungkin buat yang udah nonton film-film mereka, bisa merasakan gimana gaya penyutradaraan dua bersaudara itu. Coen Brothers sendiri dikenal suka menjelajah Amerika dalam film-filmnya (Minnesota pada Fargo, West Texas pada No Country for Old Men, dan komunitas Yahudi pada A Serious Man) dan berbagai macam dialek. Satu hal lain yang cukup khas adalah tidak adanya title credit pada awal film-film mereka.

Penghargaan :
Wins
* Academy Award for Best Actress - Frances McDormand
* Academy Award for Writing Original Screenplay - Joel and Ethan Coen
* BAFTA David Lean Award for Direction - Joel Coen
* Cannes Film Festival Award for Best Director - Joel Coen[2]
* New York Film Critics Circle Award for Best Film
* National Board of Review for Best Actress - Frances McDormand
* National Board of Review for Best Director - Joel Coen
* Screen Actors Guild Awards for Performance by a Female Actor in a Leading Role - Frances McDormand
* Writers Guild of America Award for Best Screenplay Written Directly for the Screen - Joel and Ethan Coen
* Independent Spirit Award for Best Film
* 2006 National Film Registry

Nominations
* Academy Award for Best Picture - Ethan Coen
* Academy Award for Directing - Joel Coen
* Academy Award for Best Supporting Actor - William H. Macy
* Academy Award for Best Cinematography - Roger Deakins
* Academy Award for Film Editing - Roderick Jaynes
* Golden Globe Award for Best Motion Picture - Musical or Comedy
* Golden Globe Award for Best Director - Motion Picture - Joel Coen
* Golden Globe Award for Best Actress - Motion Picture Musical or Comedy - Frances McDormand
* Golden Globe Award for Best Screenplay - Motion Picture - Joel and Ethan Coen
* Palme D'or

Komentar

  1. film tebaik mah buat aku shawksank.redemtion.

    BalasHapus
  2. Kalo boleh komen.pertemuan merge dan mike yamagita di film fargo menegaskan kejenuhan marge dengan kehidupannya bersama suaminya yang monoton,kalo di perhatiin ending dialognya dia bersyukur kehidupannya ternyata cukup bahagia.

    BalasHapus

Posting Komentar

You could agree or disagree. Share your thought!