I AM SAM (2001)



Directed by : Jessica Nelson
Produced by: Jessica Nelson, Barbara Striensen, Marshall Herskovitz, Ed Zwick, Richard Solomon
Written by: Kristine Johnson, Jessie Nelson
Starring : Sean Penn, Michelle Pfeiffer, Dakota Fanning, Dianne Wiest, Loretta Devine, Richard Schiff, Laura Dern
Music by : John Powell
Studio : The Bedford Falls Company
Distributed by : New Line Cinema
Bintang : 3,5 (skala 5)

Sinopsis:
Seorang pria cacat mental Sam Dawson (Sean Penn) merawat seorang anak perempuan Lucy (Dakota Fanning) sendirian setelah ibunya meninggalkannya. Karena keterbelakangan mentalnya, hak asuh Sam hendak dicabut. Sam kemudian berusaha kembali merebut hak asuh tersebut dengan menghubungi seorang pengacara kesepian dan workaholic Rita Harrison (Michelle Pfeiffer) untuk memenangkan kasusnya di pengadilan, dan menunjukkan lebih penting cinta kasih daripada kecerdasan otak untuk merawat seorang anak.

Review:
Sebagai sebuah film drama, maka film ini memiliki segalanya untuk menguras air mata kita. Pertama, film ini punya cerita ikatan cinta kuat antara seorang anak dan ayahnya yang terpaksa dipisahkan. Kedua, film ini punya seorang tokoh utama yang terbelakang namun loveable, tidak cerdas tapi mampu mencintai dengan tulus. Jelas aja, simpati dari penonton akan selalu terseret dalam setiap adegan ceritanya. Saya? Tentu saja saya yang sensitif ini dibikin beberapa kali (nyaris) meneteskan air mata...

Akan tetapi, nampaknya cerita I Am Sam memang diperuntukkan untuk sekedar mengundang simpati penonton aja, tanpa penggarapan yang cukup cerdas. Kisah ini memang tidak masuk akal, dan jauhhhh lebih tidak masuk akal ketika pengacara jahat Rita tiba-tiba (hampir) menemukan perasaan tidak logis saat melihat Sam yang biasanya pake baju berantakan kemudian memakai jas rapi. Saya rasa, itu adalah kesalahan fatal yang nyaris merusak film. Ditambah lagi, teman-teman Sam yang sama-sama memiliki cacat mental seperti menjadi sebuah cerita tambahan yang memperburuk keadaan. Dan ya, I Am Sam memang cukup mampu ditebak dan terasa hambar.

Tapi apakah bagi saya kesalahan-kesalahan itu membuat film ini jadi film yang buruk? Hmmm... Sama sekali tidak!! Saya rasa film ini masih sangat indah dan menawan. Jadi, alangkah kagetnya saya ketika mengetahui bahwa sebagian besar kritikus film tidak terlalu menyukai film ini. Bahkan, Rotten Tomatoes hanya memberikan nilai 34%. Sebuah nilai yang cukup buruk bagi saya karena sebenarnya film ini bagi saya tidak seburuk itu...

Dan ayolaaahhh.. akting Penn di sini kan cukup hebat? (hingga membuatnya dinominasikan aktor terbaik pada piala Oscar) And Fanning? Astaga, dia adalah keajaiban Hollywood! Apakah kedua artis itu tidak banyak membantuuuuu???? Dan lagu-lagu Beatles???? T_T

Direkomendasikan untuk:
Semua pecinta drama dan para penggemar the Beatles.

Komentar

  1. film ini harusnya dinominasiin buat best pictures di Oscar 2001.

    selain, beberapa scene yang rada gak logis, overall ni cerita hikmah nya banyak,

    BalasHapus
  2. yup, film ini emang cocok buat Beatlesmania

    BalasHapus

Posting Komentar

You could agree or disagree. Share your thought!