P.S. I Love You (2007)


Written and Directed by : Richard LaGravenese
Starring : Hillary Swank, Gerard Butler, Lisa Kudrow, Jeffrey Dean Morgan.
Bintang : 4 (skala 5)
Tahun : 2007
Warner Bros


Sinopsis :
Holly (Hillary Swank) dan Gerry Kennedy (Gerard Butler) adalah married couple yang sesungguhnya saling mencintai walaupun kerap berantem. Suatu saat Gerry meninggal akibat tumor otak dan meninggalkan Holly dalam keterpurukan merindukan suaminya. Holly hancur, sedang teman – teman dan keluarganya tidak berhasil membangkitkan kembali semangatnya. Sampai suatu ketika, di usianya yang ke-30, Holly menerima sebuah surat ucapan selamat ulang tahun dari Gerry yang ditulis oleh suaminya itu ketika masih hidup. Secara berkala, surat dari Gerry datang dengan kata – kata terakhir : P.S. I Love You, dan membimbing Holly dalam memulai perjalanan hidupnya kembali.


My Review :
If somebody ask me what my favourite romantic movie, absolutely i will answer it loudly : P.S. I Love You!. Entah karena kebetulan waktu nonton film ini saya bareng pacar, atau karena sebagian kisah ini bisa saya hayati dan resapi sebab bersentuhan dengan kehidupan pribadi saya (halah bahasanya...). Tapi film ini memang asli romantis. Saya suka, karena film ini gag menye’ – menye’ alias tidak mendayu – dayu. Jika dibandingkan ama beberapa film romantis korea atau jepang yang pernah saya lihat, film ini tidak menekankan pada ‘kehilangan’ itu sendiri. Sebaliknya, film ini menyiratkan untuk bangkit dari kehilangan itu. Itu yang saya suka... Coba bandingkan donk ama film korea atau film negeri kita sendiri deh, yang adegan kematiannya dibikin mendramatisir. Maunya sih biar kita – kita yang nonton diharapkan langsung banjir air mata begitu kekasih si tokoh utama menutup mata untuk selamanya alias wafat.

Film ini jadi begitu baik, karena bagi saya film ini mengungkapkan detail – detail menyedihkan yang romantis banget... Bukan pada proses kematiannya yang serba dramatik itu, tapi lebih kepada bagaimana si Holly mencoba berusaha menerima kepergian suaminya untuk selamanya. Saya terharu, menyaksikan si Holly menelepon telepon rumahnya beberapa kali hanya untuk mendengarkan suara Gerry di mesin penjawab telepon. Dan saya bahkan udah meneteskan air mata ketika Holly menyanyi di depan karaoke untuk teman – temannya, dan ia bisa membayangkan suaminya (yang sudah masuk surga) melihatnya bernyanyi. Walau cerita ini mengandung ramuan paling berhasil dalam membikin penonton nangis bombay – cerita tentang orang yang ditinggal mati kekasihnya – tapi film ini sendiri (seperti yang sudah saya bilang) gag drama banget. Malah unsur komedi funnya dominan banget. (Ya ampun, nulis review ini bikin saya pengen nonton filmnya lagi....).

Banyak yang bilang kalau si ganteng Gerard Butler ama Hillary Swank nggak cocok untuk memerankan pasangan di film ini. Apalagi, kalau Anda sudah pernah ngeliat betapa berbeda tampang dan karakter Gerard Butler di 300-nya Zack Snyder dibandingkan ketika dia main film ini. Ketambahan lagi, kalau Anda pernah lihat akting brilian Swank waktu main jadi transeksual di film Boys Don’t Cry. Tapi menurut opini saya, akting mereka di sini natural banget. Malah menurut saya mereka sudah cocok banget untuk memerankannya. Dan walaupun saya denger para kritikus mengatakan bahwa film ini film yang buruk, what the hell, saya bilang film ini bagus!

Saya sendiri sempat membaca beberapa bab awal novelnya. Tapi ternyata banyak dilakukan perubahan dan penyesuaian yang dilakukan dari novel ke naskah filmnya. Contohnya di novel settingannya di Irlandia, sedangkan di novel bersetting di Manhattan. Gara – gara banyak yang beda itulah, saya jadi nggak ngelanjutin baca bukunya. Tidak seru soalnya, dan mungkin karena saya nonton filmnya lebih dahulu daripada baca novelnya. Jadinya saya lebih enjoy nonton filmnya daripada baca novelnya.

Memang agak basi sih untuk menulis review ini, tapi seperti yang sudah saya bilang di awal tadi, film ini adalah film paling romantis yang pernah saya tonton.... Satu lagi. Film ini juga punya original soundtrack yang keren bangeeeeetttt... Saya bakal bahas di artikel yang berbeda.

Direkomendasikan untuk :
Semua penggila film romantis.

Komentar

  1. Sama nih sama miminnya film romantis #1, lebih romance ini malah dari pada titanic menurut aku (mungkin dulu nonton titanic waktu masih bocah jadi kurang ngerti juga :v ). Pokoknya film ini top bgt dah, rugi beh klo ga nonton, scene fav ane waktu pertama kali dapat surat setelah kematiannya, gw mikir "aduh ini org udah mau mati masih aja mikirin istrinya kedepannya, dihibur agar ga sedih atas kehilangannya yg sudah pasti"

    BalasHapus

Posting Komentar

Your comment is always important to me. Share di sini!