Hacksaw Ridge (2016) (4/5)


"Lord, please help me get one more!"

RottenTomatoes: 86% | IMDb: 8.8/10 | Metascore: 7.7/10 | NikenBicaraFilm: 4/5

Rated: R
Genre: Action, Drama

Story / Cerita / Sinopsis :
Berdasarkan kisah nyata, Hacksaw Ridge menceritakan tentang Private Desmond Doss (Andrew Garfield), yang bergabung militer pada era Perang Dunia ke-2 tanpa mau mengangkat senjata karena bertentangan dengan keyakinannya. Bertugas menjadi paramedis, Doss menyelamatkan (kurang lebih) 75 tentara pada pertempuran di Hacksaw Ridge, Okinawa - Jepang. 

Review / Resensi :
Sudah sepuluh tahun sejak terakhir kali Mel Gibson menyutradarai film terakhirnya, Apocalypto (2006). Tidak hanya dikenal sebagai aktor laga lewat Mad Max dan Lethal Weapon, Mel Gibson juga diakui sebagai sutradara handal lewat Braveheart (1995) dan The Passions of The Christ (2004) yang kontroversial itu. Namun selain sebagai aktor dan sutradara, Mel Gibson juga terkenal lewat perangainya yang kasar - termasuk salah satu skandalnya di tahun 2006 ketika ia ditangkap menyetir dalam kondisi mabuk dan rekamannya memperdengarkan sikap anti-Semit-nya. Skandal ini membuatnya nyaris terpuruk di dunia perfilman. Belum lagi perkataannya yang berbau rasis dan homophobic yang diekspos oleh berbagai media. But then again, terlepas Mel Gibson bukan orang suci dan mungkin yang bisa menyaingi keburukannya cuma Donald Trump (yang btw, baru saja memenangkan US Election. What the hell happened, America?), tidak bisa disangkal bahwa Hacksaw Ridge menunjukkan bahwa Mel Gibson adalah sutradara kaliber Oscar.

Hacksaw Ridge merujuk pada arena pertempuran di Okinawa - Jepang pada era Perang Dunia ke-2. Hacksaw Ridge mencoba menampilkan sisi manusiawi sebuah perang secara realistis pada sosok pacifist Desmond Doss (Andrew Garfield), yang berkomitmen untuk tidak membunuh karena itu bertentangan dengan keyakinan relijius dan spiritualnya. Desmond memutuskan tidak mau mengangkat senjata (ia sendiri mendaftarkan dirinya sebagai paramedis), hal yang membuatnya kesulitan saat melewati masa pelatihan di Fort Jackson, South Carolina. Ia bahkan terancam untuk dikeluarkan dari militer karena aksi pembangkangannya - yang sejujurnya jika dilihat secara pragmatis - sangat merepotkan dan mengancam keselamatan teman-teman satu kompinya. Tapi seseorang tidak bisa dipaksa untuk mengkhianati keyakinannya, dan ketika akhirnya ia dikirim pada arena perang, Desmond Doss (ini kisah nyata lho) justru dengan gagah berani menyelamatkan nyawa setidaknya 75 orang pada pertempuran. Hal ini membuat Desmond Doss - sesuai klaim pada film - menjadi Conscientious Objector (atau sesuai translate pada film: "Pembangkang") pertama yang meraih Medal of Honor.  

We all know that war is ugly and horrible, namun tidak banyak film perang yang berhasil menunjukkan bahwa perang itu horror - alih-alih pada film perang dengan rate PG-13 ala film mainstream Hollywood, perang diglorifikasi sedemikian rupa membuat perang menjadi sesuatu yang heroik dan pantas dilakukan. Sejak era Saving Private Ryan (Steven Spielberg, 1998) bisa jadi Hacksaw Ridge adalah film perang terbaik yang mampu menampilkan war-scene dengan sangat brutal, realistis dan horror. Tidak seperti film rate PG-13 dimana adegan kematian ditampilkan bersih dan unnatural, Hacksaw Ridge tidak segan menampilkan usus terburai, kepala hancur, mayat yang dimakan tikus, tembakan yang melubangi kepala, hingga kaki yang putus. Dengan budget yang "cuma" 40 juta dollar, memang beberapa efek adegan (terutama adegan pengeboman oleh kapal) tampak buruk, namun overall adegan perangnya sendiri sangat intens, mendebarkan, mengerikan dan bengis. Mel Gibson dengan piawai mampu membawa kita kepada violence dan kengerian yang sesungguhnya terjadi pada perang - and in the end war is not pretty. So stop think you're cool with your aggressive power. 

Namun, sebelum mempertemukan kita dengan adegan perang yang sukar dilupakan, Hacksaw Ridge membutuhkan waktu lama untuk membangun ceritanya terlebih dahulu, terutama membuat kita untuk bisa lebih mengenal karakter Desmond dan kemudian memahami jalan pikirannya. Kita diajak untuk mengetahui masa kecil Desmond dan sang kakak Hal, mengenal ibunya yang relijius, serta ayahnya (Hugo Weaving) - veteran Perang Dunia pertama yang pemabuk. Kita diajak juga mengenal Desmond dan pertemuan dengan kekasihnya Dorothy (Teresa Palmer) yang menjadi perawat, walau kisah cinta mereka yang sejujurnya sangat corny. Bagi saya pribadi, bagian awal kisah Desmond ini terasa sangat standar dan medioker, dan sejujurnya menjadi titik kelemahan utama pada keseluruhan cerita Hacksaw Ridge. Bagian ini penting sih, tapi harusnya bisa digarap dengan lebih maksimal lagi.  

Another problem is Desmond's character. Saya tahu film ini adalah sebuah tribut untuk seorang pahlawan perang, namun pada awal menonton saya merasa karakter Desmond terlalu flat dan sejujurnya membuat saya bertanya-tanya apa emang ada orang sebaik ini. Tapi kalau baca trivianya di IMDb, justru ada beberapa adegan di kejadian nyata yang oleh Mel Gibson di-cut because of the reason "too good or too heroic to be true". Bahkan mengenai angka 75 nyawa yang diselamatkan, Desmond Doss sendiri mengklaim ia hanya menyelamatkan 50 orang - sementara rekan-rekannya mengatakan bahwa setidaknya ia menyelamatkan 100 orang - sehingga untuk penghargaannya sendiri akhirnya diambil angka tengah-tengah, yakni 75 orang. Cerita heroik Desmond sendiri sudah berusaha dibeli oleh produser pada tahun 50an, namun Desmond menolaknya. Bisakah kamu bayangkan bahwa betapa rendah hatinya karakter Desmond in real life? 

Jika sebelumnya Mel Gibson memfilmkan akhir hidup Jesus pada The Passions of The Christ (2004) yang kontroversial itu, ia kini juga menampilkan sentuhan relijiusitas yang kental pada Hacksaw Ridge. Desmond sendiri memang adalah seorang relijius yang mempercayai bahwa Tuhan tidak mengijikan untuk membunuh manusia lainnya, termasuk pada situasi perang. Ia kerap membawa Bible kemana-mana, berdoa sebelum perang, dan percaya bahwa Tuhan menuntunnya untuk melakukan apa yang ia harus lakukan. For me who lately struggling with my religious view and sick with arrogance bastards who use his religion for their own interest, Hacksaw Ridge adalah sebuah perspektif menarik bagaimana orang sungguh-sungguh menggunakan agamanya ke jalan kemanusiaan yang baik. Jika agama tercipta untuk "menyempurnakan akhlak", maka Hacksaw Ridge adalah film yang mampu dengan baik untuk menunjukkan itu. I'm not even a Christian, but I must agree Desmond Doss should be one of saint. Andrew Garfield, dengan kepolosan dan kecanggungannya, harus diakui memberikan penghormatan yang layak bagi karakter Desmond Doss dengan akting yang menarik dan loveable. And oh yes he is so cute! 


Overview:
Hacksaw Ridge mengingatkan kita bahwa Mel Gibson adalah seorang sutradara yang brilian. Momen klimaksnya ada pada adegan perang yang sangat realis, brutal, intens dan mengerikan - sebuah film perang yang menunjukkan bahwa perang itu buruk. Sulit dipercaya di tengah perang yang seburuk itu ada seorang pahlawan nyata bernama Desmond Doss. Jika kamu lelah dengan omong kosong orang beragama yang memanfaatkan agamanya untuk melakukan kejahatan, maka Desmond Doss adalah contoh orang relijius yang membuatmu kembali percaya bahwa agama adalah hal yang indah bagi dunia. Apakah Hacksaw Ridge adalah kandidat kuat Oscar 2017? Mungkin sebuah nominasi, namun bagian awalnya yang terasa medioker (dan juga fakta mengenai reputasi Mel Gibson), membuat Hacksaw Ridge mungkin tidak bisa memenangkannya.

Komentar

  1. Kekuatan iman bisa membuat seseorang melampaui batas dari kemampuan, from zero to hero, desmond doss memberi kita pelajaran untuk tetap fokus pada pekerjaannya, walaupun di bilang pengecut tapi kekuatan apa yg bisa membuat desmond mampu bertahan bekerja semalaman penuh dengan hasil yg sangat luar biasa ? Tubuh yg kurus tapi bisa menggendong satu persatu tentara yg terluka hingga puluhan nyawa bisa dia tolong, dan mel gibson mampu mengulang & menceritakan kembali tentang kekuatan hati desmond doss, sungguh sebuah film yg sgt luar biasa, beberapa kekurangan di film ini tertutup oleh kekuatan film ini secara utuh.

    BalasHapus
  2. Desmon Doos menganut Agama Gereja Advent (Sevent Day Adventist) yg sgt meninggikan Hukum 10 yg di berikan Tuhan di Gunung Sinai.Beliau juga menolak berperang pada hari Sabtu /sabat. Advent jg tidak memakan binatang2 yg haram yg tertulis dalam imamat 11
    bahkan di anjurkan utk Vegetarian..

    Bisa di tonton di Youtube sebuah kisah nyata muncul nya gereja ADVENT di dgn pergerakan William Miller pada tahun 1844, copy paste link ini dan saksikan videonya (Bhasa indonesia) => https://www.youtube.com/watch?v=_My5NCN3dYo

    Gereja ini yg di sebut umat yg sisa memegang kesaksian Yesus yaitu Roh Nuhbuat (tertulis dalam bukuh Wahyu) ..
    Rohnuhbuat yg menjadi saksi2 Tuhan bagi umat pada akahir zaman dgn munculnya Tulisan dari Seorang hamba TUHAN Ellen G. White (Tamat kelas 3 SD tapi menulis 100 buku yg berkaitan dgn Kesehatan, Pertarakan, Rumah Tangga, Buku2 Rohani) yg Mustahil bisa di tulis oleh remaja yg hy tamat SD kelas 3 (klu buka ilham dair Roh Kudus). Bahkan tulisan anak SD ini sebagian di akui pakar dan profesor serta praktisi kesehatan.. Tulisan2nya bisa di baca secra online ==> https://egwwritings.org/?ref=en_2SP.4.2&para=143.8




    BalasHapus
  3. satu lagi film perang yg bukan sekedar film perang biasa..

    BalasHapus

Posting Komentar

You could agree or disagree. Share your thought!