Blue Valentine (2010)


Directed by Derek Cianfrance ; Produced by Lynette Howell, Alex Orlovsky, Jamie Patricof, Carrie Fix, Doug Dey, Jack Lechner, Ryan Gosling, Michelle Williams ; Written by Derek Cianfrance, Cami Delavigne, Joey Curtis ; Starring Ryan Gosling, Michelle Williams ; Music by Grizzly Bear; Cinematography Andrij Parekh; Editing by Jim Helton, Ron Patane ; Studio Hunting Lane Films, Silverwood Films ; Distributed by The Weinstein Company; Release date(s) January 24, 2010 (2010-01-24) (Sundance) ; December 29, 2010 (2010-12-29) (United States) ; Running time 112 minutes; Country United States; Language English ; Budget $1 million ; Gross revenue $10,137,688

Genre: Drama
Rated: R
Rottentomatoes: 88% (7.7/10)
NikenBicaraFilm:

Sinopsis:
Antara past dan present, bercerita tentang percintaan Cindy (Michelle Williams) dan Dean (Ryan Gosling) saat sebelum married dan sesudah married.

Review:
I really love this movie! Walaupun film ini memang bukan film yang tepat untuk direkomendasikan bagi the happy couple who want to get married soon, tapi sepanjang 112 menit saya dibikin terbuai oleh permainan akting kedua tokoh sentralnya. Idenya memang simple, dan cenderung ironis. Kehidupan romantis Anda saat masih in a relationship belum tentu akan tetap indah ketika status telah menjadi married. Bagaimana mereka bergulat untuk terus memperjuangkan pernikahan itu yang coba dibahas pada film ini, dengan juga menampilkan flashback bagaimana mereka bertemu dan saling jatuh cinta sebelum akhirnya menikah.


Akting natural Ryan Gosling dan Michelle Williams benar-benar sangat indah untuk ditonton dan menjadi daya tarik utama di film ini. Gosling, menurut saya seharusnya cukup layak lah untuk juga dinominasikan menjadi Best Actor di Academy Award menemani aktor lain sekelas Jeff Bridges (True Grit) dan Colin Firth (The Kings Speech). Tapi tampaknya para juri hanya punya jatah lima tempat, sehingga Gosling terpaksa sudah cukup puas dinominasikan menjadi Best Actor di Golden Globe kemarin. Williams sendiri setelah meraih nominasi Best Actress di Golden Globe 2011 (dan kalah dari Natalie Portman – Black Swan) kini dinominasikan kembali pada Best Actress di Academy Award. Hmm.. tampaknya si the girl next door di Dawson Creek sudah berubah jadi aktris yang patut diperhitungkan. Walaupun beberapa orang bilang agak sulit ‘menandingi’ akting Portman di Black Swan.

Drama dengan plot sederhana gini biasanya sudah cukup meninabobokkan saya di sepertiga film, tapi herannya saya bisa melek dengan baik sampai akhir film dan tidak sedikitpun dibikin bosan. Saya rasa itu berkat power Gosling dan Williams yang sangat total di film ini. Chemistry keduanya benar-benar begitu terasa bagi saya. Baik ketika mereka sedang bertengkar, maupun ketika masa-masa pacaran. Dan ahhh... Gosling di sini menjadi cukup tampan setelah muka baik-baiknya di film The Notebook.

Saya juga sangat suka gaya sang sutradara Derek Ciafrance mendirect film ini. Gaya syuting ala handycam tampaknya memang sedang cukup populer, sebut saja Rachel Getting Married dan The Romantics. Di film ini, Ciafrance sendiri cukup sering menshoot full face aktor dan aktrisnya. Hasilnya, kenaturalan para tokohnya terasa makin emosional bagi kita sebagai penonton. Segala detail emosi itu diharapkan lebih mampu terungkap, dan saya saja jadi ikut-ikutan dibikin depresi oleh problem mereka. Padahal gaya shoot full face kayak gini juga lagi ngetrend di sinetron indonesia lho. Lihat aja sinetron Indonesia, pasti muka pemainnya di shoot mukanya aja. Tapi bagi saya yang kerasa bukan emosi dan ekspresi para tokohnya, malah saya lebih suka merhatiin bedak tebal para pemainnya. Ah.. sinetron Indonesia... *sarkastik (*dan hebatnya Cinta Fitri sekarang sudah sampai musim ke-7!! What the hell??!)


Makin bertambah hebat, ketika menyadari bahwa musik film ini diisi oleh GRIZZLY BEAR! Cihuyy... saya sebenarnya mikir aja dalam hati kalo lagunya kok asyik-asyik, tapi baru menjelang film ini baru berakhir, dan mendengarkan the last song yang ngisi di title creditnya, saya mikir: “Oh.. oh.. kayaknya ini Grizzly Bear deh!”. And then... POP! Sebuah tulisan magis muncul di layar : Music by Grizzly Bear... Saya langsung garuk-garuk kepala. “Oh.. pantess...” ^^

Direkomendasikan untuk:
The couples yang ingin membuka mata terhadap kehidupan pernikahan sesungguhnya.

Tidak direkomendasikan untuk:
Menonton bersama anak di bawah 17 tahun. Ada beberapa adegan yang tampaknya terlampau dewasa untuk ditonton bersama mereka.

Best Scene:
Ketika Dean memainkan gitarnya (Gosling bernyanyi dengan suara aslinya di sini), dan Cindy menari tap dance. Ini scene natural yang begitu luar biasa di mata saya... Sweet and beautiful!


Awards:
Best Actress – Academy Award (Nominated; pending).
Best Actor (nominated), Best Actress (nominated), Most Promising Filmmaker (Won ; Derel Cianfrance) – Chicago Film Critics Association Awards.
Best Actor (nominated), Best Actress (nominated) – Golden Globe Awards.
Best Film (nominated) – Gotham Independent Film Awards
Best Actress (nominated; pending) - Independent Spirit Awards
Best Actor (nominated) – London Film Circle Awards
Best Actor (nominated) – Online Film Critics Society Awards
Best Actress (nominated) – San Diego Film Critics Society
Best Film (nominated), Best Actor (nominated), Best Actress (nominated) – Satellite Awards
*Tampaknya di berbagai ajang penghargaan hanya mampu sampai tahap dinominasikan...

Fact fact fact:
1. Untuk mendalami karakter Dean dan Cindy, Gosling dan Williams menyewa rumah dan hidup ala suami dan istri. Mereka membawa baju dan barang – barang mereka, belanja sesuai kondisi keuangan keduanya di film, menampilkan potret kehidupan Dean dan Cindy sebenarnya. Suatu hari, Cianfrance datang dan menyuruh Gosling untuk pergi ke kamar tidur Williams dan bercinta dengannya. Tapi tampaknya Gosling menolak dan tidur di sofa.
2. Michelle Williams menerima peran ini pada saat usianya 21, tapi karena ada kendala keuangan shooting baru dimulai ketika dirinya telah berusia 27.
3. Gosling menulis beberapa lagu di film ini. Ia sendiri sebenarnya juga seorang musisi dan membentuk band bernama Dead’s Man Bones.
4. Lagu romantis yang berkesan bagi Dean dan Cindy di film ini adalah lagu dari Penny and The Quarters pada akhir 1970-an berjudul You and Me. Lagu ini sendiri direkam sebagai demo.
(Sumber: wikipedia)

Komentar

  1. wkwkwk, bedak tebal pemaen sinetron Indonesia, (nampol).

    wah, sy juga suka film ini. terasa nyata. gak cuma ngumbar manisnya suatu hubungan doang.

    iya, itu best scene di depan toko, si Dean maen gitar, si cewe nari tap, sweet banget.. =D

    BalasHapus
  2. film ini benar-benar realis, bisa terjadi pada kehidupan siapapun, dimanapun, gimana hubungan yg indah saat pacaran bisa jadi berbeda saat menikah.

    so, married is just not about love..but also commitment, respect and logical

    BalasHapus

Posting Komentar

You could agree or disagree. Share your thought!