Eyes Wide Shut (1999)




Directed by Stanley Kubrick ; Produced by Stanley Kubrick ; Written by Stanley Kubrick, Frederic Raphael ; Based on Dream Story by Arthur Schnitzler ; Starring Tom Cruise, Nicole Kidman ; Music by Jocelyn Pook ; Cinematography Larry Smith ; Editing by Nigel Galt Studio Hobby Films Pole Star, Stanley Kubrick Productions ; Distributed by Warner Bros ; Release date(s) July 16, 1999 (United States), September 10, 1999 (United Kingdom) ; Running time 159 minutes ; Language English ; Budget $65,000,000 ; Gross revenue $162,091,208

Genre: Drama, Thriller
Rated: R
RottenTomatoes: 77% (7.3/10) ; TopCritic : 69% (6.7/10)
NikenBicaraFilm:

Story / Cerita / Sinopsis :
Berdasarkan novel berjudul Traumnovelle (Dream Story) (1926), kisah ini berawal dari perdebatan panjang, Dr. William Harford (Tom Cruise) harus mendengarkan pernyataan mengejutkan istrinya, Alice, (Nicole Kidman) yang mengaku bahwa ia pernah menginginkan sebuah affair dengan seorang pria lain. Pengakuan akhirnya membuat William terjebak pada sebuah malam panjang yang melibatkan sejumlah hal yang tidak pernah dibayangkannya.

Review / Resensi :
Sebelumnya, saya minta maaf dulu kepada pemirsa sekalian karena saya, yang ngakunya pecinta film, yang dengan pede berani-beraninya mereview film, dan bahkan dengan narsisnya memajang nama sendiri sebagai nama blog film, gag pernah nonton film-film Stanley Kubrick. Nah, tolong jangan ditimpuk bata karena saya bahkan beberapa bulan lalu gag pernah denger nama Stanley Kubrick. Maksud pengakuan memalukan ini sih biar saat ngereview film terakhir yang dibuat almarhum Stanley Kubrick ini, Anda bisa memahami bahwa bacotan saya di bawah ini sebatas dari apa yang saya lihat pada karya film ini, tanpa bisa ngebandingin dengan film-film Kubrick lainnya yang mungkin Anda-Anda udah sering denger. Semisal, 2001: A Space Odyssey (1968), Dr. Strangelove (1964), A Clockwork Orange (1971) dan Full Metal Jacket (1987).

Begini, kesan pertama saya begitu nonton nih film yang rilis tahun 1999 adalah : Classic! Opening scene-nya sudah begitu menggairahkan. Dalam artian harafiah. Karena buat otak-otak mesum Anda bisa lihat Nicole Kidman – yang kini udah jadi janda Tom Cruise di dunia nyata, telanjang bulat. Relax, but it’s not a pervert way. Mungkin yang otaknya uda pada ngeres bakal mikir macem-macem, tapi siluet di opening scene yang menampilkan Nicole Kidman melepaskan pakaiannya dengan angle shoot dari belakang, kemudian sebuah title dalam font jadul muncul, menjadi sebuah appetizer yang begitu berseni. Sudah cukup bikin Anda melek. Yaaa... sebelum Anda harus terjebak pada durasi panjang dan gaya penyutradaraan Kubrick yang aneh dan melelahkan, dan kalo nonton sendiri pasti bikin ngantuk.

Buat penikmat film awam, nonton film ini bakal geleng-geleng atau mengernyitkan dahi. Sumpah freak banget. Berhubung saya belum pernah nonton film karya Kubrick yang lain, saya gag tau apakah emang begini gaya penyutradaraan beliau. Tapi berdasarkan informasi yang saya baca di wiki (yes, this is the easiest source of information), Stanley Kubrick emang dikenal akan karyanya yang terkadang bernuansa surealis, karakteristik filmnya yang bergaya formal visual style dan terkenal perfeksionis pada setiap detail. Menonton ini mengingatkan saya dengan film Elephant (2003), sebuah film yang disutradarai Gus Van Sant yang nyeritain tentang hari terakhir di sebuah sekolah, sebelum akhirnya dimulailah pembunuhan brutal oleh dua siswanya, Anda bisa menyadari gaya pengambilan gambar yang sama. Mungkin, film Gus Van Sant itu jauh lebih melelahkan karena lebih minim dialog, dan menghabiskan waktu hanya untuk menshoot satu tokoh ke tokoh lain berjalan di antara koridor kelas dan melakukan hal-hal gag penting. Tapi benernya sih sama aja, pada EWS (saya singkat aja ya mulai sekarang), Kubrick hobi mengambil scene yang menceritakan detail-detail gag penting dalam durasi yang begitu panjang. Dialog-dialog panjang. Perjalanan yang begitu panjang. Padahal scene yang panjang itu hanya hendak menceritakan satu poin. Ambil contoh deh dialog panjang William dan Alice waktu bertengkar hebat di kamar. Uda ngabisin berapa menit sendiri. Malahan, hingga 30 menit, saya gag ngerti nih film maksudnya apa karena konflik belum juga diceritain.

Ketambahan pula, cerita yang begitu absurd. Sumpah nih film gag jelas banget. Sedikit bocoran buat yang belum nonton, jangan kecewa juga karena ending filmnya sama freak-nya kayaknya filmnya itu sendiri.  Cerita absurd, karena gimana gag aneh coba ketika di EWS Kubrick menyuguhkan petualangan seksual William yang pada sebuah ritual horrible cult – dimana semua prianya mengenakan topeng, dan perempuannya bugil semua. Belum lagi cerita-cerita yang aneh yang melingkupi tokoh William pada satu malam yang kok kayaknya apes bener. Uda shock dengerin istri ngaku pengen selingkuh, shock denger anak pasiennya ngaku cinta ama dia, ketemu pelacur, ketemu anak pemilik toko kostum yang binal, masuk ritual orgy, ehhh... terakhirnya diancam orang misterius. Belum lagi betapa Kubrick begitu gemar akan eksploitasi tubuh wanita di film ini. Sumpah, Anda akan banyak menemukan adegan nude di sini. Termasuk Nicole Kidman. Dan kemudian puncaknya ya orgy-nya itu sendiri – yang saya benernya agak kagum juga betapa Kubrick menyampaikan dengan sebuah adegan yang sedikit beretiket dan berseni, karena dengan teknik pengambilan gambarnya yang unik, Kubrick mampu mempertontokan sebuah adegan dewasa yang tidak kebablasan. Semuanya dishoot secara sempurna. Tapi tetep aja jangan sekali-kali Anda nonton film ini sama adik atau anak Anda yang belum dewasa. Beneran jangan. Even if you watch it with your friends. definitely it'll make an awkward moment. 

Well, biarpun ngebosenin di awal sampai pertengahan lebih, memasuki adegan dimana William masuk ke sebuah sekte gila yang melibatkan pesta seks massal, nuansa ketegangan yang ada begitu mencekam. Topeng-topeng dan tudung-tudung itu begitu menakutkan. Sebuah keliaran itu juga terasa begitu menjijikkan. Nah, saat adegan Willliam dibawa ke tengah panggung sekte tersebut karena ketahuan menyusup ilegal lalu kemudian disuruh lepas topeng, sumpah ketegangan itu terasa begitu mencekam. Kubrick dengan sukses membangun adegan itu menjadi sebuah adegan yang gag mudah saya lupakan karena begitu mampu membuat saya deg-degan ketakutan. Nih jauh melebihi deg-degan saya nonton film hantu. Sumpah! Apalagi durasi panjang untuk menyorot satu adegan terasa begitu panjang yang tentu saja membuat hati saya ketar-ketir ini jauh lebih lama. Awesome! Buat saya nih adegan memorable banget.

Ketegangan itu juga terus menerus terjadi sejak William keluar dari mansion terkutuk itu, dan ketika ia mencoba menguak misteri apa yang sesungguhnya terjadi kepadanya semalam. Adegan diikuti orang dari belakang juga begitu menegangkan dan mencekam. Sumpahhh.. padahal tekniknya klasik dan konvensional, tapi impresif banget. Belum lagi scoring musik yang menghantui banget. Denting-denting piano yang benernya kayak orang baru belajar piano itu bener-bener gag bisa dilupain, dan menambah cekam suasana yang udah bikin was-was. Biarpun diproduksi tahun 1999, Kubrick juga memasukkan style klasiknya di banyak hal yang membuat kita jadi berpikir bahwa EWS merupakan sebuah film lawas. Perhatiin aja theatrical posternya plus tulisan 'The End' di akhir filmnya. Ini yang membuat saya sedikit memahami betapa jeniusnya sebenarnya sutradara yang meninggal ketika dalam proses pengeditan Eyes Wide Shut ini.

Overview:
Mari dilist: Teknik penyutradaraan yang konvensional. Adegan nude dan s*ks yang overdosis. Ending yang absurd. Long scene yang membuat saya mabuk. Dialog-dialog yang pintar tapi sekaligus melelahkan. Music scoring yang haunting banget. Ketegangan yang bener-bener mencekam dan breathtaking. So, apa kesimpulannya? ya, kadang jenius begitu dekat dengan ketidakjelasan dan kekurangmampuan untuk dipahami oleh orang awam. Saya tahu, orang jenius memiliki idealisme tersendiri untuk menyampaikan gagasannya, walaupun kadang kejeniusan itu bisa saja gag sampe dengan orang awam lain yang menyaksikan. Memahami film ini memang agak susah, namun EWS jelas adalah sebuah terrific thriller!

Direkomendasikan untuk:
Pecinta film – bener-bener pecinta film yang gag keberatan ama film-film absurd dan gag hanya menilai sebuah film hanya dari cerita dan efek – yang udah berusia 18 tahun ke atas. (Lebih baik lagi kalo 21 tahun ke atas).

Tidak direkomendasikan untuk:
Orang yang belum cukup umur, dan gag siap dengan sebuah film yang bikin bertanya-tanya terus dari adegan awal sampai akhir.

Memorable Scene:
Tentu, pas adegan William menyusup ke sebuah sekte sesat, kemudian karena ketahuan sebagai tamu tak dindang, disuruh ke tengah ruangan di mana seluruh orang dalam topeng dan tudung berdiri mengelilingi dirinya lalu disuruh melepaskan seluruh pakaiannya.

Komentar

  1. Iya yah,, endingnya cuman gitu doang, Kidman bilang : “f*ck”. 11/12 ama endingnya there will be blood.. DDL cma bilang : “I’m finished”. hehe

    Ni film ttg proses "pembukaan matanya" si Bill, yang dari awal film ketutup kali ya...

    di awal film, Bill mgkn ngejudge Alice, bahwa ia telah mengkhianati Bill. Karna Alice telah "berselingkuh" dengan hayalannya (si naval officer).

    di satu malam “petualangannya”, mungkin Bill sadar bahwa dirinya bisa saja berada di posisi istrinya. Krn pada hakikatnya tiap manusia punya fantasi "liar".

    Setelah menyadari semua itu, akhirnya mereka (terutama Bill) bs saling memahami. Ini kali ya, yg mo Kubrick sampein lewat ni film..

    btw, ni film lambat banget yah.. hampir ketiduran sy.. =D

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah iya.. saya juga hampir ketiduran kok.. tapi melek lagi pas adegan di mansion itu.. haha

      Hapus
  2. Ulasan yang menarik dari yang ngakunya amateur :P

    Saya kebetulan udah nonton beberapa film nya kubrick, mungkin karya terakhirnya ini kalau dari point of view saya adalah salah satu yang terlemah dari beberapa judul sebelumnya (Clockwork, Odyssey, Metal Jacket). Memang bisa dibilang penonton awam bakalan sulit mencerna film2 Kubrick karena film2 bisa dibilang 'tidak tampak dari permukaan saja' tapi lebih ke 'ada makna dari tiap adegan dan scene' (hehehe apa sih ak juga ga ngerti).

    Adegan paling memorable menurut saya adalah adegan pembuka + musiknya yang pas. Erotisme yang artistik :)

    BalasHapus
  3. Pertama, karena saya suka banget ma film2nya nicole kidman dan tom cruise juga, jadi saya penasaran nonton film yg satu ini. pernah denger nama kubrick pada film lolita yang katanya fenomenal di zamannya.

    secara keseluruhan film ini menarik, bukan karena banyak adegan nude nya tapi dilihat dari cara kubrick menyampaikan film ini.

    Ni film clasic artistik, saya jadi pengen lihat karya2nya yang lain terutama metal jacket.

    BalasHapus
  4. waduh, padahal udah kebelet nonton film ini-_-

    BalasHapus
  5. w k w w k w k w k w k w k ckakakaka..nnton sendiri di kost..menghayal sndri..ga tau mau ngmong sma sp tentang film..ya dsni aja dah mengungkapkanx..hahahaha

    BalasHapus
  6. w k w w k w k w k w k w k ckakakaka..nnton sendiri di kost..menghayal sndri..ga tau mau ngmong sma sp tentang film..ya dsni aja dah mengungkapkanx..hahahaha

    BalasHapus
  7. berarti anda belum maniak movie jika baru 1 film ini saja tidak paham maksud filmnya

    BalasHapus
  8. Gue nyesel nonton film nya. Absurd bgt jalan cerita nya ... Nyesel !!!

    BalasHapus

Posting Komentar

You could agree or disagree. Share your thought!