Mr. Nobody (2010)



Written and Directed by : Jaco Van Dormael
Starring : Jared Leto, Sarah Polley, Diane Kruger, Rhys Ifans, Juno Temple
Tahun : 2010
Bintang : 3,5 (skala 5)
Sony Pictures


Sinopsis :
Nemo Nobody adalah laki – laki tua berusia 120 tahun dan satu – satunya orang yang masih bisa mati di dunia dimana semua orang saat itu tidak bisa mati. Keistimewaannya mengantarkan semua orang lain di dunia saat itu untuk mengetahui hidupnya di masa lampau, dan nemo kembali mengingat kenangan – kenangan paralelnya yang absurd.

My Review :
Pertama – tama, saya mau minta maaf akan kemampuan bahasa inggris saya yang sungguh pas – pasan, apalagi dalam perkara listening. Kebetulan, saya menonton film ini di dvd yang subtitle-nya masih kacau. Kombinasi keduanya mengantarkan saya pada tingkat kebingungan yang tinggi ketika menyaksikan film ini. Awalnya, saya bolak – balik nge-rewind untuk tahu maksud sebuah percakapan. Tapi lama – lama capek juga harus berulangkali nge-rewind, alhasil saya menonton film ini hingga akhir dengan multi-ketidakpahaman dan kesoktahuan sambil menerka – nerka maksudnya.


Tapi, di luar itu semua, menyaksikan film ini seperti menonton film The Butterfly Effect dalam versi yang lebih metafor, abstrak, dan agak science-fiction. Saya seperti diajak membaca karya sastra Ayu Utami atau Seno Gumira Ajidarma, yang kadang memang penuh metafor dan di luar logika. Kalau pernah baca buku mimpi – mimpi Einstein (maaf saya lupa siapa yang mengarang), Anda pasti akan manggut – manggut kala nonton film ini. Nemo mengenang masa lampaunya dalam berbagai versi, yang semuanya berawal dari suatu keputusan yang sulit di masa kecilnya. Nonton film ini seperti menyaksikan dunia paralel dari seorang Nemo Nobody, dimana dunia – dunia kecilnya itu memiliki jalan hidup yang berbeda. Pilihan yang ia jatuhkan pada sebuah langkah – langkah panjang disaat kedua orangtuanya berpisah di stasiun kereta api, bisa membawanya pada dunia ketiga gadis yang berbeda, dunia ayahnya, atau dunia ibunya.

Bagi saya, nonton film ini seperti diajak berputar – putar. Saya harus mengurai benang merah yang ada, menyusunnya, dan mencari hubungan – hubungan yang ada. Jelas, film ini bukan film yang mudah dicerna. Ditambah subtitle baik bahasa indonesia maupun bahasa inggris yang kacau – yang akhirnya memaksa saya mengerahkan kemampuan saya di bidang listening, saya sampai pada kesimpulan cerita yang tidak pasti di akhirnya. Komentar saya di akhir film cuma : “Maksudnya apa sihhh???”. Hehe.. Mungkin otak saya saja yang gag nyampe nonton film ini. (Jadi kalo Anda punya kesimpulan pasti tentang maksud film ini bisa kirim comment ke saya... hehehe...).

Asyiknya nonton film ini bagi saya mungkin adalah menyaksikan aksi lain dari seorang Jared Leto yang belakangan lebih terkenal sebagai vokalis 30 seconds of Mars.

Direkomendasikan untuk :
Anda yang pengen nonton film berbeda dan nggak puas dengan film Butterfly Effect-nya Ashton Kutcher.

Komentar

  1. sebenernya filmnya ga ribet mba, inti ceritanya klimaks jawaban2nya ada di akhir film. kalo diperhatiin inti poinnya pasti ngerti

    BalasHapus

Posting Komentar

Your comment is always important to me. Share di sini!