My Personal Issues

Me and the Movies...

Katakan saja ini versi panjang dari halaman "About NikenBicaraFilm".

How I Falling In Love

Jadi, pertemanan saya dengan film sebenarnya sudah dimulai dari kecil. Tapi namanya juga anak kecil, saya melahap film demi film dengan sekedar nonton. Film-film jaman kecil yang tidak akan terlupakan adalah Jumanji (1994) dan Terminator 2 (1991), dan sejak SMP saya mulai berkenalan dengan film-film "berat" macam Being John Malkovich (1999), High Fidelity (2000) hingga Boys Don't Cry (2002). Bukannya selera saya jaman SMP sudah begitu ngaco, tapi karena almarhum kakak pertama saya lah yang mengenalkan saya dengan film-film seperti itu. Well, my oldest brother is the reason why I love movies. I miss him by the way. I hope heaven gives him free netflix :D . 

Lantas beranjak kuliah, tepatnya di tahun 2010 (so guess how old I am!), saya menonton film Easier With Practice (2009) - lewat DVD, sebuah film indie tentang seorang penulis yang jatuh cinta dengan penelepon gelapnya. Dan entahlah, karena saking tidak ada kerjaannya atau gimana, sejak itulah saya memutuskan untuk membuat blog yang membahas review tentang film dan kemudian menamakan blog ini: nikenbicarafilm. Sebuah nama yang begitu murahan dan garing, tapi gampang diinget lah selama kamu hafal nama saya niken. Tahun 2010 saat itu blog masih belum sebooming saat ini, dan kebanyakan blog yang ada isinya tentang catatan harian, dan saya yang lugu dan polos saat itu berpikir bahwa blog film belum ada yang bikin - sehingga saya memutuskan untuk bikin blog yang isinya khusus ngebahas film. Then I know I live in a cave, karena ternyata blog film banyak sekali dengan content yang jauuuuuuh lebih profesional daripada saya. (Read my first post, and you'll laugh at me. Review pertama saya adalah Easier With Practice). 

Seiring dengan berusaha aktif di blog (saya pada dasarnya memang suka nulis), akhirnya saya menemukan kecintaan saya pada film. Kini saya tidak sekedar menontonnya, tapi mencoba mempelajari dan menikmati bagaimana apiknya sebuah tim produksi yang terdiri dari pada sutradara, penulis naskah, aktor, pengisi musik, hingga penata busana bekerja bersama-sama menciptakan sebuah karya film yang begitu menarik. Tentu, cinta ini masih cinta yang standar karena banyaknya kesibukan dan minimnya uang di kantong membuat saya punya waktu dan uang yang sangat terbatas untuk menonton banyak film. Tapi untunglah kita hidup di Indonesia dimana mengunduh film begitu mudahnya - sehingga bisa memuaskan dahaga saya menonton film. So this is it, how I fallin in love with movies and make a good relationship since then...

What is the meaning of movie for me?
Hmmmmm.... movie is an escape. Kalo saya suntuk, jenuh, sedih, bad mood, ngeratapin hidup, ngeratapin nasib, maka film adalah pelarian yang sehat (tapi nontonnya harus yang komedi kalik ya, kalo nonton yang sedih mah sama aja malah tambah parah!). And for me, movie is form of art that I could undestand. Sebuah seni dari dunia alternatif yang menarik. 

 Movies That I Love..

Hmmm.. Tidak pernah membatasi diri saya untuk menyukai jenis-jenis film tertentu. Saya menyukai segala variasi jenis film - namun kebanyakan film yang sukai adalah...

Movie with a great script

Saya menyukai sebuah film yang dibentuk berdasarkan naskah yang kuat, dengan cerita yang orisinil maupun tidak terduga. Bisa jadi film itu ringan, namun naskahnya sebenarnya dalam. Itulah kenapa saya menyukai film-film Jason Reitman seperti Thank You For Smoking (2006), Juno (2007) dan yang paling saya sukai: Up in The Air (2009). Atau sebagai contoh lainnya American Beauty (1999), 12 Angry Men (1957) dan film Iran A Separation (2011). Sebuah film yang sebenarnya idenya sederhana, namun naskahnya sangat kuat sehingga mampu menyihir kita mengikuti ceritanya.

Or, movie with a twist

Tidak ada perasaan yang lebih baik dari ketika kita dibuat penasaraan dan bertanya - tanya sepanjang film, lantas pada bagian akhirnya kita diberikan sebuah twist yang sangat mengejutkan dan tidak disangka. End the movie with shocking twist is the best part of watching movies. Ending dengan twist adalah cara terbaik meninggalkan bekas mendalam di benak penonton. So, I hate the spoiler evil that reveal the twist to me! Film-film dengan twist yang sangat saya sukai sebagai contoh Oldboy (2002) dan Memento (2000), 

Or, just any movies except action
Hampir semua jenis film saya suka: horror, comedy dan drama adalah favorit saya, tapi saya juga ga keberatan menonton film-film adventure, science-fiction, musikal, hingga kartun. Agak perkecualian pada film action yang berisi adegan tembak-tembakan, atau intrik-intrik politik dan mata-mata macam James Bond. I'm also not a big fans of Fast & Furious franchise, or Transformer. Bukan anti sih, tapi cukup jarang film full action yang saya suka.

Most Favorite Director?
Coen Brothers, perhaps.





------

Any question or complain?
Directly contact me on kendinanti@yahoo.com

Komentar

  1. mbak nikken cuma suka nonton film doang ?
    how about tv series ??

    BalasHapus
    Balasan
    1. sejauh ini nonton film aja sih. Kalo TV series nggak terlalu.. Game of Throne aja gag nonton :D

      Hapus
    2. hidup cuma sekali, rugi kalau belum nonton game of throne

      Hapus
  2. mbak niken, nikah yuk, kita seumuran kayaknya.

    BalasHapus
  3. salam kenal niken, suka great script, dan sedikit liar. coba trilogy "BEFORE" ethan hawk, walaupun saya suka hanya yang pertama dan kedua. dan "HER" scarlett johanssen.

    BalasHapus
  4. Saya heran kenapa oldboy, mnurut saya film ini tidak buat kaget.
    Kenapa bukan incendies

    BalasHapus

Poskan Komentar

You could agree or disagree. Share your thought!